– Para pemimpin Arab Teluk siap untuk memulai konferensi tahunan di tengah absennya raja Arab Saudi yang sedang sakit dan dengan ketakutan mereka atas dorongan nuklir Iran.
Malu atas kabel diplomatik AS yang dirilis oleh WikiLeaks, yang memperlihatkan sejauh mana kekhawatiran mereka tentang Iran, para pejabat Dewan Kerjasama Teluk (GCC) mengabaikan kebocoran tersebut.
Di malam konferensi, dokumen baru WikiLeaks mengungkapkan bahwa AS telah menuduh Saudi menjadi sumber dana teror.
Dokumen itu mengungkapkan penilaian tahun 2009 oleh Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton yang menyebutkan donor-donor di Arab Saudi sebagai sumber dana paling signifikan bagi kelompok teroris di seluruh dunia.
Mereka juga mencap Qatar dan Kuwait kurang dalam mengejar donor-donor kelompok teroris.
"Negara-negara GCC sangat kecewa dengan kebocoran itu karena mereka biasanya diam dalam sikap politik mereka, tapi mereka tidak pernah secara terbuka menyerukan sebuah serangan terhadap Iran," ujar analis Teluk, Abdulwahab Badrkhan.
"Negara-negara Barat sebelumnya memuji kerjasama negara-negara Teluk dalam memerangi teror," ujar Badrkhan, seraya menambahkan bahwa para pemimpin akan lebih berhati-hati ketika membahas politik dengan AS di masa mendatang.
Kabel-kabel AS mengungkapkan ketakutan luas di antara negara-negara Arab Teluk bahwa program nuklir Iran menutupi dorongan untuk membangun sebuah bom atom.
Raja Abdullah dikutip dari salah satu kabel yang bocor mengatakan bahwa AS "harus memotong kepala ular" dalam merujuk aksi militer terhadap Iran.
Dan Raja Hamad dari Bahrain mengatakan pada Jenderal AS David Petraeus bahwa program Iran harus dihentikan. "Bahaya dari membiarkannya lebih besar dari bahaya menghentikannya."
Negara-negara GCC, takut pada berkembangnya pengaruh Syiah Iran di kawasan itu, tidak menyembunyikan amarah mereka karena disisihkan dari negosiasi tentang program nuklir Iran, yang dimulai kembali pada hari Senin (6/12) di Jenewa setelah hiatus selama 14 bulan.
"Mengapa negara-negara Barat berpikir bahwa isu Iran hanya ada hubungannya dengan mereka saja?" tanya Menteri Luar Negeri Emirat Sheikh Abdullah bin Zayed al Nahayan dalam konferensi keamanan di Manama.
"Segala solusi tentang Iran harus berasal dari kawasan, dan negara-negara GCC harus memiliki peran dalam negosiasi ini," ujarnya. Sekretaris Jenderal GCC Abdulrahman Al Attiyah mengatakan kekuatan-kekuatan dunia harus berkoordinasi dan berkonsultasi dengan negara-negara GCC "karena kami adalah enam negara tetangga Iran dan ada beberapa masalah politik yang harus kita konsultasikan dan informasikan tentang program nuklir Iran." (rin/meo)
sumber : suaramedia
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Laman
Daftar
Archives
-
▼
2010
(67)
-
▼
Desember
(49)
- Pdt DR. Andreas A Yewangoe : “Dalam Kekristenan ad...
- Mantan Presiden Israel Perkosa 3 Wanita
- Zionis Israel sudah siap perang nuklir sejak 1980
- Ini Dia Kejahatan Zionis dalam Perang 22 Hari di Gaza
- Assange Bantah Wikileaks Bekerjasama dengan Israel
- Diskriminasi Zionis Israel terhadap Warga Palestina
- Bolivia Juga Akui Palestina Merdeka
- Norwegia Juga Akui Kemerdekaan Palestina !
- Otoritas Zionis Tolak Hormati Bantuan Palestina
- Vatikan: Bocoran WikiLeaks Tidak Bisa Dipercaya
- Jangan Biarkan Australia Cuci Tangan dari Kasus Mo...
- Pasukan Zionis Israel Serang Demonstran Anti Tembo...
- Sejarah: Kisah Muslim Albania Selamatkan Yahudi
- WikiLeaks Ungkap Campur Tangan Militer AS di Dunia...
- AS: Pengakuan Negara Palestina Gegabah
- Nah Lho, 100 Ribu Siswa Israel Mengidap Penyakit Jiwa
- Dukungan Rabi Untuk Rasisme Zionis Israel Meningkat
- Wikileaks: Myanmar Diam-Diam Bangun Lokasi Nuklir
- Wawancara dengan Menteri Luar Negeri Palestina Ria...
- 31 Mei 2010 Diserbu, 31 Mei 2011 Mavi Marmara Berl...
- Wikileaks : Pesta Liar Keluarga Kerajaan Saudi Diu...
- Mesir Minta AS Hentikan Permainkan Palestina
- Mikroorganisme Spesifik Lokasi Untuk Mempercepat P...
- Oleh : FUAD AFFANDIMengapa bingung dengan harga pu...
- AS Tuduh Cina Tak Bermoral di Afrika
- Markas Wikileaks Dibawah Tanah
- Hadapi Tim Israel, Suporter Perancis Teriakan Duku...
- Uni Eropa: Kebijakan Israel Merusak Perdamaian
- Bahasa Arab, Bahasa yang Paling Cepat Berkembang d...
- WikiLeaks Ungkap Israel – Iran Terlibat Konflik Id...
- Putin : Kecurigaan Terhadap Iran Tak Berdasar
- Kebebasan Pers di Indonesia Dinilai Over Dosis
- Sekjen OKI: Bahaya Nyata Ancam Keberadaan Masjid A...
- Serial "Desperate Housewife" Dibuat untuk Melawan ...
- Tahanan Palestina Jadi Kelinci Percobaan
- Rabi Yahudi Israel Serukan Haram Jual Rumah pada N...
- Prancis Pun Siap Akui Negara Palestina Merdeka
- AS Mengakui Tak Mampu Bujuk Rezim Zionis
- Wikileaks: Pangeran Saudi Pernah 'usulkan' AS Serb...
- Kian Banyak Negara Amerika Latin Akui Kemerdekaan ...
- Setelah Brazil, Argentina Akui Negara Palestina
- Khawatir Pengaruh Wikileaks, Negara-Negara Teluk A...
- Gelombang Pengungsi Afrika Cemaskan Zionis Israel
- Palestina Bantu Israel Padamkan Kebakaran
- Pengakuan Brazil Atas Palestina Dikecam AS
- Wikileaks dan Logika Terbalik Para Pemimpin Arab
- Kebakaran Melanda, Rezim Zionis Meminta Bantuan In...
- Uni Parlemen Asia (APA) Kecam Nuklir Zionis
- Simbol Yahudi Ada di Atap Gedung Maskapai Iran, Ko...
-
▼
Desember
(49)
Diberdayakan oleh Blogger.
Konstributor
Entri Populer
-
Simbol yahudi di atap gedung Iran Air TEL AVIV- -Hasil citra satelit dari bandara Teheran yang berhasil diabadikan layanan Google Earth m...
-
Jakarta - Ketua 'Perayaan Hari Kemerdekaan Israel', Samuel Dahana mengaku sebagai Jemaat Gereja Kristen Jawa di Bandung. Ia khawati...
-
Damaskus - Israel merupakan satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir berdaya rusak tinggi, namun tidak pernah menda...
-
(Sahabatalaqsha.com ): Sejumlah orang Yahudi penduduk ‘Israel’ ternyata sudah belasan tahun memboikot produk-produk ‘dalam negeri’ merek...
-
Jember - Indonesia-Israel Public Affairs Committe (IIPAC) bergerak bawah tanah sejak berdirinya. Kelompok 'lobi pro-Israel' ini...
Followers

Tidak ada komentar:
Posting Komentar