Surat itu menginstruksikan bahwa menjual rumah pada non-Yahudi adalah sesuatu yang dilarang dalam Taurat, termasuk menyewakan atau menjual ladang dan properti lain. Ketentuan ini, kata mereka, mengacu pada Pentateuch, lima kitab pertama dari Alkitab mereka.
Para penandatangan surat terbuka ini pada umumnya adalah para rabi yang bekerja untuk negara. Salah satu poin dalam surat ini meminta Yahudi lain untuk turut mengingatkan yang lain. "Mereka yang menjual atau menyewakan sebuah flat di suatu daerah di mana orang Yahudi tinggal menyebabkan kerugian besar bagi tetangganya."
Bahkan, dalam beberapa media Yahudi, perintahnya lebih keras lagi. Situs berita Ynet yang berbasis di Israel menyebut harus ada tindakan keras bagi Yahudi yang menjual propertinya pada non-Yahudi. "Siapa pun yang menjual (properti untuk seorang non-Yahudi) harus dipotong!" demikian antara lain disebutkan dalam advetorial mereka.
Surat terbuka ini rencananya akan diterbitkan secara utuh dalam berbagai surat kabar dan didistribusikan di rumah-rumah ibadat di seluruh negeri akhir pekan ini.
Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor perdana menteri Bunjamin Netanyahu mengutuk surat itu. "Di antara warga Israel, ada non-Yahudi. Bagaimana kita akan bereaksi jika seseorang menyatakan bahwa dilarang menjual rumah untuk mereka?" tulisnya.
Tapi tak dijelaskan mengapa para penandatangan surat tersebut sebagian besar adalah rabi yang bekerja untuk negara alias rabi plat merah.(*/dar)
sumber : wartanews
Tidak ada komentar:
Posting Komentar