Puluhan warga Palestina dan relawan asing mengalami luka-luka dan sesak napas, sementara wartawan Jerman ditangkap dalam serbuan pasukan Israel terhadap unjuk rasa Bal’in dan Muasharah menentang pemukiman Israel dan tembok pemisah rasial.
Sumber media Palestina di Tepi Barat, Jumat (10/12) lalu menyebutkan, pasukan Israel telah menembakkan peluru tajam, bom suara, gas beracun dan gas air mata terhadap peserta unjuk rasa, yang mengakibatkan sejumlah warga terluka, antara lain Muhammad Khatib, 17, cameramen Najib Syarawanah, Fotografer Muhib Bargusi, seorang wartawati Australia dan puluhan lainnya menderita sesak napas disamping penangkapan seorang wartawan Jerman.
Para pengunjuk rasa mengusung panji-panji Palestina, acara ini bertepatan dengan peringatan tahunan Intifadhah pertama, deklarasi HAM internasional, dan satu tahun penangkapan aktifis Abdullah Abu Barhaman. Para peserta juga mengusung bendera Brazil, Argentina dan Turki, foto tawanan Abdullah Abu Rahmah, seorang koordinator Komite Rakyat menentang tembok rasial dan pemukiman Yahudi di Bal’in, serta slogan mengutuk kebijakan pemukiman Israel.
Jubir Komite Menentang Pemukiman Yahudi di distrik Betlehem, Muhammad Barijah menyatakan, pasukan Israel menghalangi jalan bagi para peserta unjuk rasa, mereka menembakan bom suara dan gas yang menyebabkan sejumlah peserta mengalami sesak napas dan pingsan kemudian dirawat petugas medis lapangan.
Disebutkan bahwa seorang relawan asal Afrika Selatan mengalami luka di kepalanya terkena tembakan bom suara. (*/dar)
sumber : wartanews
Tidak ada komentar:
Posting Komentar