Damaskus - Israel merupakan satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir berdaya rusak tinggi, namun tidak pernah mendapatkan sanksi PBB, berbeda dengan Iran.
Para peserta pertemuan kelima Uni Parlemen Asia (APA) di Damaskus, Suriah menegaskan pentingnya melakukan penyelidikan instalasi nuklir rezim Zionis Israel oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Dalam pernyataan bersama di Damaskus, APA mendesak IAEA untuk terjun mengawasi instalasi nuklir Israel.
Pentingnya penyelidikan terhadap program nuklir militer rezim Zionis tersebut sangat mendesak dilakukan, karena hingga kini memicu kekhawatiran masyarakat dunia. Berbagai pertemuan regional dan internasional menilai program nuklir militer rezim Zionis sebagai ancaman serius bagi keamanan kawasan dan dunia.
Israel terus memacu produksi senjata pemusnah massal berdaya rusak tinggi. Untuk memperkokoh eksistensi ilegalnya, Israel dengan berbagai cara memproduksi senjata nuklir dan kimia. Tujuan ilegal Israel ini terwujud dengan bantuan membabi-buta negara-negara Barat. Dengan bantuan teknologi produksi senjata nuklir sejumlah negara Barat, rezim Zionis berhasil mempersenjatai dirinya dengan senjata pemusnaha massal berteknologi tinggi.
Kini, program nuklir militer Israel menghasilkan sejumlah hulu ledak nuklir di wilayah pendudukan Palestina. Berbagai sumber menyebutkan bahwa rezim Zionis telah memiliki lebih dari 200 hulu ledak nuklir.
Aksi sejumlah negara Barat membantu upaya Israel memproduksi senjata pemusnah massal tersebut merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Traktat Non-proliferasi Nuklir (NPT). Hingga kini, rezim Zionis yang berlindung di balik dukungan negara-negara Barat senantiasa menolak bergabung dalam Traktat Non-proliferasi Nuklir, dan tetap melanjutkan aktivitas nuklir militernya.
Israel hingga kini tidak pernah mengizinkan inspektor IAEA menyelidiki instalasi nuklirnya. IAEA pun bersama negara-negara Barat bersikap bungkam menyikapi masalah ini. Ironisnya, IAEA yang berada dalam tekanan negara-negara Barat justru menjegal berbagai negara dunia yang berusaha mengembangkan teknologi nuklir untuk tujuan damai, terutama untuk kepentingan produksi energi.
Kinerja pasif IAEA menghadapi rezim Zionis dan aksi lembaga nuklir internasional ini bersama negara-negara Barat menginjak-injak hak negara lain terkait teknologi nuklir sipil justru memicu kritik masyarakat dunia. (*/dar)
Sumber : wartanews
Jumat, 03 Desember 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Laman
Daftar
Archives
-
▼
2010
(67)
-
▼
Desember
(49)
- Pdt DR. Andreas A Yewangoe : “Dalam Kekristenan ad...
- Mantan Presiden Israel Perkosa 3 Wanita
- Zionis Israel sudah siap perang nuklir sejak 1980
- Ini Dia Kejahatan Zionis dalam Perang 22 Hari di Gaza
- Assange Bantah Wikileaks Bekerjasama dengan Israel
- Diskriminasi Zionis Israel terhadap Warga Palestina
- Bolivia Juga Akui Palestina Merdeka
- Norwegia Juga Akui Kemerdekaan Palestina !
- Otoritas Zionis Tolak Hormati Bantuan Palestina
- Vatikan: Bocoran WikiLeaks Tidak Bisa Dipercaya
- Jangan Biarkan Australia Cuci Tangan dari Kasus Mo...
- Pasukan Zionis Israel Serang Demonstran Anti Tembo...
- Sejarah: Kisah Muslim Albania Selamatkan Yahudi
- WikiLeaks Ungkap Campur Tangan Militer AS di Dunia...
- AS: Pengakuan Negara Palestina Gegabah
- Nah Lho, 100 Ribu Siswa Israel Mengidap Penyakit Jiwa
- Dukungan Rabi Untuk Rasisme Zionis Israel Meningkat
- Wikileaks: Myanmar Diam-Diam Bangun Lokasi Nuklir
- Wawancara dengan Menteri Luar Negeri Palestina Ria...
- 31 Mei 2010 Diserbu, 31 Mei 2011 Mavi Marmara Berl...
- Wikileaks : Pesta Liar Keluarga Kerajaan Saudi Diu...
- Mesir Minta AS Hentikan Permainkan Palestina
- Mikroorganisme Spesifik Lokasi Untuk Mempercepat P...
- Oleh : FUAD AFFANDIMengapa bingung dengan harga pu...
- AS Tuduh Cina Tak Bermoral di Afrika
- Markas Wikileaks Dibawah Tanah
- Hadapi Tim Israel, Suporter Perancis Teriakan Duku...
- Uni Eropa: Kebijakan Israel Merusak Perdamaian
- Bahasa Arab, Bahasa yang Paling Cepat Berkembang d...
- WikiLeaks Ungkap Israel – Iran Terlibat Konflik Id...
- Putin : Kecurigaan Terhadap Iran Tak Berdasar
- Kebebasan Pers di Indonesia Dinilai Over Dosis
- Sekjen OKI: Bahaya Nyata Ancam Keberadaan Masjid A...
- Serial "Desperate Housewife" Dibuat untuk Melawan ...
- Tahanan Palestina Jadi Kelinci Percobaan
- Rabi Yahudi Israel Serukan Haram Jual Rumah pada N...
- Prancis Pun Siap Akui Negara Palestina Merdeka
- AS Mengakui Tak Mampu Bujuk Rezim Zionis
- Wikileaks: Pangeran Saudi Pernah 'usulkan' AS Serb...
- Kian Banyak Negara Amerika Latin Akui Kemerdekaan ...
- Setelah Brazil, Argentina Akui Negara Palestina
- Khawatir Pengaruh Wikileaks, Negara-Negara Teluk A...
- Gelombang Pengungsi Afrika Cemaskan Zionis Israel
- Palestina Bantu Israel Padamkan Kebakaran
- Pengakuan Brazil Atas Palestina Dikecam AS
- Wikileaks dan Logika Terbalik Para Pemimpin Arab
- Kebakaran Melanda, Rezim Zionis Meminta Bantuan In...
- Uni Parlemen Asia (APA) Kecam Nuklir Zionis
- Simbol Yahudi Ada di Atap Gedung Maskapai Iran, Ko...
-
▼
Desember
(49)
Diberdayakan oleh Blogger.
Konstributor
Entri Populer
-
Simbol yahudi di atap gedung Iran Air TEL AVIV- -Hasil citra satelit dari bandara Teheran yang berhasil diabadikan layanan Google Earth m...
-
Jakarta - Ketua 'Perayaan Hari Kemerdekaan Israel', Samuel Dahana mengaku sebagai Jemaat Gereja Kristen Jawa di Bandung. Ia khawati...
-
Damaskus - Israel merupakan satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir berdaya rusak tinggi, namun tidak pernah menda...
-
(Sahabatalaqsha.com ): Sejumlah orang Yahudi penduduk ‘Israel’ ternyata sudah belasan tahun memboikot produk-produk ‘dalam negeri’ merek...
-
Jember - Indonesia-Israel Public Affairs Committe (IIPAC) bergerak bawah tanah sejak berdirinya. Kelompok 'lobi pro-Israel' ini...
Followers

Tidak ada komentar:
Posting Komentar