| Palestina- Israel |
KAIRO--MICOM: Menteri Luar Negeri Mesir Ahmed Abul Gheit meminta Amerika Serikat dan pihak pemrakarsa perdamaian Palestina-Israel menghentikan permainan, yang mengarah pada jalan buntu.
"Pandangan Mesir adalah bahwa semua pemrakarasa perdamaian, termasuk Amerika Serikat segera menghentikan permainan soal Palestina untuk mewujudkan perdamaian menyeluruh di kawasan itu," kata Gheit setelah bertemu dengan timpalannya, Menlu Bulgaria Nikolay Mladenov, di Sofia, seperti dilansir kantor berita Mesir MENA, Kamis (9/12).
Pemrakarasa perdamaian Timur Tengah terdiri atas masyarakat antarbangsa, yang disebut empat sekawan, mencakup Amerika Serikat, Perserikatan Bangsa-Bangsa, Uni Eripa, dan Rusia.
Pernyataan Menlu Gheit itu disampaikan menjelang pertemuan puncak Presiden Mesir Hosni Mubarak dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Kairo, Kamis.
Abbas tiba di Kairo pada Rabu. Selain bertemu dengan Presiden Mubarak, ia juga menemui Sekretaris Jenderal Liga Arab Amr Moussa untuk membahas proses perdamaian, yang mengalami jalan buntu.
Kebuntuan proses perdamaian itu disebabkan Israel terus membangun perumahan di wilayah Palestina, yang diduduki sejak 1967, untuk permukiman Yahudi. Amerika Serikat pada Selasa mengakui kegagalannya membujuk Israel menghentikan pembangunan permukiman, yang menjadi ganjalan utama dimulainya perundingan perdamaian.
Presiden AS Barack Obama pada September lalu memrakarsai dimulainya perundingan langsung di Washington antara pemimpin Israel dan Palestina, namun belakangan mandek akibat Israel menolak memperpanjang larangan pembangunan permukiman.
Di sisi lain, kantor berita Palestina WAFA melaporkan, Perdana Menteri Palestina Salam Fayyad dan Ketua Juru runding Palestina Saeb Erakat pada Kamis (9/12) tiba di Washington untuk menghidupkan kembali proses perdamaian itu. Kunjungan kedua petinggi Palestina itu datang atas undangan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton untuk menghadiri acara dalam kerangka proses pedamaian, kata Wafa.
Selain petinggi Palestina, Hillary juga mengundang petinggi Israel terkait, yaitu Menteri Pertahanan Ehud Barak dan Ketua Juru Runding Isaac Molho untuk menghadiri forum tersebut.
Forum itu diadakan beberapa hari setelah AS menyatakan gagal membujuk Israel untuk menghentikan pembangunan permukiman Yahudi.
Pengulas berita menilai bahwa forum itu diadakan sebagai upaya AS untuk menutupi kegagalannya menghentikan keangkuhan Israel, yang dikecam luas Palestina dan dunia Arab. (Ant/OL-2)
"Pandangan Mesir adalah bahwa semua pemrakarasa perdamaian, termasuk Amerika Serikat segera menghentikan permainan soal Palestina untuk mewujudkan perdamaian menyeluruh di kawasan itu," kata Gheit setelah bertemu dengan timpalannya, Menlu Bulgaria Nikolay Mladenov, di Sofia, seperti dilansir kantor berita Mesir MENA, Kamis (9/12).
Pemrakarasa perdamaian Timur Tengah terdiri atas masyarakat antarbangsa, yang disebut empat sekawan, mencakup Amerika Serikat, Perserikatan Bangsa-Bangsa, Uni Eripa, dan Rusia.
Pernyataan Menlu Gheit itu disampaikan menjelang pertemuan puncak Presiden Mesir Hosni Mubarak dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Kairo, Kamis.
Abbas tiba di Kairo pada Rabu. Selain bertemu dengan Presiden Mubarak, ia juga menemui Sekretaris Jenderal Liga Arab Amr Moussa untuk membahas proses perdamaian, yang mengalami jalan buntu.
Kebuntuan proses perdamaian itu disebabkan Israel terus membangun perumahan di wilayah Palestina, yang diduduki sejak 1967, untuk permukiman Yahudi. Amerika Serikat pada Selasa mengakui kegagalannya membujuk Israel menghentikan pembangunan permukiman, yang menjadi ganjalan utama dimulainya perundingan perdamaian.
Presiden AS Barack Obama pada September lalu memrakarsai dimulainya perundingan langsung di Washington antara pemimpin Israel dan Palestina, namun belakangan mandek akibat Israel menolak memperpanjang larangan pembangunan permukiman.
Di sisi lain, kantor berita Palestina WAFA melaporkan, Perdana Menteri Palestina Salam Fayyad dan Ketua Juru runding Palestina Saeb Erakat pada Kamis (9/12) tiba di Washington untuk menghidupkan kembali proses perdamaian itu. Kunjungan kedua petinggi Palestina itu datang atas undangan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton untuk menghadiri acara dalam kerangka proses pedamaian, kata Wafa.
Selain petinggi Palestina, Hillary juga mengundang petinggi Israel terkait, yaitu Menteri Pertahanan Ehud Barak dan Ketua Juru Runding Isaac Molho untuk menghadiri forum tersebut.
Forum itu diadakan beberapa hari setelah AS menyatakan gagal membujuk Israel untuk menghentikan pembangunan permukiman Yahudi.
Pengulas berita menilai bahwa forum itu diadakan sebagai upaya AS untuk menutupi kegagalannya menghentikan keangkuhan Israel, yang dikecam luas Palestina dan dunia Arab. (Ant/OL-2)
sumber : mediaindonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar