Jumat, 31 Desember 2010
Pdt DR. Andreas A Yewangoe : “Dalam Kekristenan ada Zionisme Kristen”
Masalah kegamaan di Indonesia seolah tak pernah lepas dari polemik. Sejumlah kasus pertikaian yang pernah terjadi di beberapa wilayah di Indonesia tak sedikit yang bernuansa agama. Akibatnya, tak sedikit nyawa melayang. Yang menyedihkan, pertikaian itu kerap berlangsung bertahun tahun.
Namun, situasi samcam itu itu kini tidak lagi mencuat. Bahkan hubungan antar agama sudah semakin membaik. “Secara umum hubungan beragama bagus, paling tidak jika kita bicara konstitusional,” kata Ketua Umum Persekutuan Gereja Gereja di Indonesia (PGI) Pdt. DR. Andreas A Yewangoe.
Sekretaris Inter Religious Council (IRC) ini mengatakan, umat beragama harus terbuka untuk melihat bahwa setiap agama itu telah memberikan sumbangan positif bagi peradaban. Meski memang, kata dia, tidak bisa nafikkan ada juga sisi sisi gelap setiap agama.
Bagaimana pandangan pendeta yang sempat mengecam keras hari pembakaran Al-Qur’an di Amerika Serikat ini terkait isu keberagamaan di Indonesia?. Bagaimana pula pandangannya tentang gereja gereja “liar”, geliat Yahudi di Indonesia, dan sikapnya terhadap masalah Palestina? Berikut petikan wawancara wartawan Hidayatullah.com dengan Pdt Andreas yang ditemui di kantornya di Jl Salemba Raya, Jakarta, belum lama ini.
Pandangan Anda tentang isu keberagamaan di Indonesia?
Ini kan sudah tema lama sebetulnya. Secara umum hubungan beragama bagus, paling tidak jika kita bicara konstitusional. Bahwa secara konstitusional orang Indonesia diberikan hak untuk memilih agama sesuai yang diyakini dan sesuai kepercayaan. Artinya semua agama mempunyai hak yang sama.
Dalam hal ini yang dikenal konstitusi adalah warga negara Indonesia. Semua kita umat beragama ini adalah warga negara Indonesia. Kenapa? Karena kita menganut azas Pancasila. Dan negara Pancasila tidak lain adalah merupakakan bagian negara kebangsaan sebetulnya.
Jadi siapa pun dia, apa pun agamanya, akan melihat Indonesia sebagai bangsanya. Cuman memang, beberapa bulan terakhir ini beberapa kali sempat terjadi ketegangan. Yang terakhir, misalnya, adanya sweeping gereja di Rancaekek di Jawa Barat. Ini kita sayangkan karena tidak dilakukan oleh polisi, tapi oleh kelompok kelompok agama. Ini melawan konstitusi. Karena bagaimana pun jika suatu kelompok agama lain men-sweeping kegiatan agama orang lain, maka akan kacau negara ini.
Negara, dalam hal ini polisi, dinilai lamban bertindak sehingga kelompok agama turun tangan?
Kalau ada aturan yang belum dipenuhi, misalnya yang saya dengar gereja belum ada izin, maka itu urusan negara. Bukan urusan kelompok agama. Negaralah yang harus bertindak. Menurut kami, harus dibedakan antara beribadah dan memiliki rumah ibadah. Beribadah itu tidak perlu izin. Karena siapa saja orang beragama bisa melakukan ibadah di mana saja. Nah, rumah ibadah di sini harus mengikuti aturan. Aturan inilah yang harus difasilitasi oleh negara.
Dalam pengalaman kami, sering kali pengaturan penderian rumah ibadah itu sulit sekali. Ada yang sudah bertahun tahun mengurus tapi belum juga mendapat izin. Dan memang, prosedur untuk mendapatkan izin itu tidak mudah dan berbelit. Lalu dari sinilah sering terjadi ketegangan. Apalagi orang juga tidak bisa menunggu sampai ada rumah ibadah baru bisa beribadah.
Beberapa kasus, rumah dialihfungsi menjadi tempat ibadah?
Menurut kami, harus dibedakan antara ibadah keluarga dengan ibadah yang bersifat umum. Ibadah keluarga itu ibadah yang dilakukan dalam keluarga dan ini tidak perlu izin. Sebab ini dilakukan di dalam rumah tangga orang.
Saya kira setiap agama mengenal istilah ibadah keluarga ini. Menurut kami, peraturan SKB NO 8/9 Tahun 2006 Tentang Pendirian Ruamh Ibadah itu, dalam kesan kami, ini belum tersosialisasi dengan baik. Terutama kepada pejabat pemerintah. Kalau kepada pejabat saja belum tersosialisasi baik, apalagi masyarakat umum yang ada di bawahnya.
Sebab menurut kami, jika aturan itu tersosialisasi dengan baik, maka tidak ada lagi orang yang bisa melarang orang lain beribadah, apalagi sampai mengkriminalisasi terhadap orang yang mau beribadah.
Diskriminasi di sini seolah olah melihat ibadah itu adalah dosa. Seolah olah beribadah adalah tindakan kriminal. Padahal jiwa dari SKB itu sebetulnya untuk mempermudah orang dan memfasilitasi.
Jika beluma ada izin diberikan, maka pemerintah setempat berkewajiban memfasilitasi apakah dengan cara mencari tempat sementara. Orang tidak boleh dihalangi untuk beribadah. Bagaimana pun ketegangan yang terjadi di lokal kita harus ditangani. Karena kalau terus dibiarkan berkembang akan sulit dibendung. Inilah menurut saya, negara harus betul betul mampu menegakkan aturan tanpa melupakan hak hak manusiawi.
Pendapat Anda terkait geliat Yahudi di Indonesia ?
Ini sudah dari dulu, cuma memang kan tidak diakui. Saya kira ini membutuhkan diskusi yang panjang lebar. Pertanyaannya sekarang, siapa yang berhak mengakui agama agama? Karena bagaimana pun agama itu lebih tua dari sejarah. Karena itu, mestinya, agama tidak membutuhkan pengakuan negara. Ini idealnya. Tapi okelah, realitas di Indonesia sekarang memang hanya mengakui ada enam agama, dulu ada lima.
Tapi saya kira memang, pengakuan suatu agama bagi negara itu dibutuhkan untuk mempermudah urusan. Walaupun secara sepintas saya tidak hafal dalam aturan yang mana, bahwa keberadaan agama agama lain juga tidak bisa disangkal. Karena bagaimana pun komunitas agama Yahdui ini sudah ada dari dulu. Saya dengar di Surabaya juga ada. Mereka memang sudah jadi orang Indonesia.
Tapi Indonesia tidak punya hubungan apapun dengan Israel?
Jangan ke sana dulu. Kita bicara dulu soal agama Yahudi. Sebab harus dibedakan antara agama Yahudi dengan negara Israel. Sering kali orang satupadukan itu walaupun memang ada hubungan. Tapi sebetulnya tidak persis begitu.
Tidak semua orang Israel modern beragama Yahudi. Di Israel ada orang Arab juga, dan banyak juga orang Yahudi yang tidak beragama. Tapi menurut kitab kitab suci, bukan saja Al Kitab, tapi juga al-Qur\\\'an, orang Yahudi itu sulit dibedakan antara dia sebagai umat beragama dan umat dalam arti berdiri eksis. Maka kemudian sering kali pengertian ini dikacaubalaukan.
Menurut saya, sebagai umat Yahudi yang beragama Yahudi, maka mestinya eksistensi mereka itu tidak usah disangkal. Kan, itu ada. Di Surabaya ada Sinagog, di Manado ada Menorah.
Anda setuju dengan keberadaan komunitas agama Yahudi ini di Indonesia?
Itu tidak membutuhkan persetujuan saya. Itu bukan soal setuju atau tidak setuju, tapi dia memang eksis. Dia ada. Mestinya bukan tanya persetujuan saya, pertanyaan itu seharusnya diajukan kepada negara. Mampu nggak negara melindungi. Sampai sekarang Indonesia tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel.
Negara Israel sendiri didirikan sudah lama dan melalui proses yang tidak mudah, misalnya dengan adanya gerakan Pogrom atau upaya tindakan kekerasan untuk memusnahkan orang orang Yahudi secara spontan maupun terencana. Ini berlangsung sejak abad ke-19. Dari sinilah orang orang Yahudi menyebar, mereka berdiaspora ke mana mana di seluruh dunia.
Apakah memang di dalam Kristen ada kelompok yang fanatik dengan gerakan Israel?
Seperti juga di dalam Islam, tidak semua orang satu pandangan. Dalam Kristen juga demikian. Karena itu di dalam kekristenan pun ada Zionisme Kristen, yang mendukung mati matian eksistensi Israel. Pengaruh kelompok ini juga tidak kecil. Di sinilah selalu, menurut kami, kita harus melihat segala sesuatu secara jernih. Agar jangan ada campur aduk segala macam. Dan, Indonesia sebagai negara berdaulat belum mengakui Israel apalagi sampai membuka hubungan diplomatik karena bersandar pada UUD 1945.
Bisa dijelaskan sikap Kristen Indonesia terkait embargo dan invasi Israel ke Palestina selama ini?
Kita kecam itu. Dan ini bukan saja yang kemarin itu. Kita telah kecam berulang ulang. Karena itu, sampai sekarang Dewan Gereja Gereja se-Dunia terus memperjuangkan agar warga Palestina merebut kembali tanah airnya. Karena itu pula Duta Besar Palestina Fariz Mehdawi berulang ulang kami undang ke sini untuk memberi ceramah.
Jangan salah paham. Banyak sekali orang orang Yahudi modern yang mendukung eksistensi negara Palestina. Saya baru pulang dari acara dialog tokoh agama se-dunia di Amerika. Saya bertemu dengan rabi Yahudi yang sangat mengecam pendudukan Israel di Palestina. Kita lihat saja kapal Mavi Marmara, ini adalah adalah kafilah atas nama kemanusiaan untuk membantu orang orang Palestina.
Perlu diketahui oleh rakyat Indonesia, Palestina itu tidak identik dengan Islam. Dan, Israel itu tidak identik dengan Yahudi. Seringkali di Indonesia, baik Kristen maupun Islam, hal ini dicampuradukkan bahwa Israel pasti Kristen, itu tidak betul.
Padahal sebenarnya di dalam Palestina banyak sekali orang Kristen. Saya secara pribadi pernah bertemu dengan mereka. Misalnya ada Hanan Ashrawi, adalah Kristen Palestina, ayahnya adalah seorang pendiri Organisasi Pembebasan Palestina.
Mereka bersatu dengan umat Muslim Palestina untuk memperoleh tanah air mereka. Oleh karena itu, isu Palestina sebenarnya bukan isu agama tapi isu tanah air (home land). Sehingga menurut kami, kita tidak boleh berhenti menyuarakan kebebasan Palestina. Selama orang orang Palestina diusir dari tanah airnya, maka selama itu tidak akan terjadi perdamaian.
Pesan Anda kepada umat beragama di Indonesia?
Pertama, saya minta kepada umat beragama di Indonesia beragamalah secara dewasa. Artinya, jangan kita terjebak dalam sikap emosi. Sebab agama jauh lebih tua dari apa pun juga. Kedua, kita harus terbuka untuk melihat bahwa setiap agama itu telah memberikan sumbangan positif bagi peradaban. Meski memang kita tidak bisa nafikkan ada juga sisi sisi gelap setiap agama. Tidak ada agama yang luput dari sisi gelap. Termasuk agama Kristen.
Tapi dalam sisi yang lain sisi terangnya adalah agama telah memberikan sumbangsih positif. Karena itu, menyangkal sumbangsih itu berarti menyangkal kemanusiaan. Kita tetap memperjuangkan nasib orang orang Palestina yang sampai sekarang terbuang dari tanah air mereka.
Tentu kita mendukung segala upaya konstruktif permdamaian. Tapi perdamaian pun harus diimbangi dengan keadilan. Sebab damai saja tapi tidak adil adalah non sense. Wujud keadilan bagi orang orang Palestina adalah harus memperoleh kembali tanah air mekeka. Mereka harus punya negara. [Ainuddin Chalik]
sumber : hidayatullah.com
Label:
Kristen Zionis,
Wawancara
Kamis, 30 Desember 2010
Mantan Presiden Israel Perkosa 3 Wanita
| Moshe Katsav |
Mantan Presiden Israel Moshe Katsav dalam persidangan yang digelar di pengadilan setempat terbukti bersalah atas kasus pemerkosaan, Kamis (30/12/2010).
Hasil persidangan ini, seperti diwartakan oleh media massa Israel, merupakan hal yang baru bagi mantan kepala negara Yahudi itu.
Katsav, yang memimpin pada periode 2000-2007 telah membantah tuduhan pemerkosaan, pelecehan, atau kekerasan yang diajukan oleh tiga orang mantan pembantunya.
Kini Katsav mungkin akan naik banding atas kasusnya yang diputus oleh pengadilan distrik Tel Aviv - yang memutus dengan hukuman penjara yang lumayan lama - ke Mahkamah Agung Israel.
sumber : kompas
Label:
Kriminal
Zionis Israel sudah siap perang nuklir sejak 1980
Israel siap menggunakan senjata nuklirnya untuk perang sejak 1980
Sejumlah dokumen diplomatik rahasia milik pemerintah Inggris yang baru saja diumumkan di London menunjukkan bahwa para diplomat Inggris pada tahun 1980 meyakini Israel sudah siap menggunakan senjata nuklirnya terhadap negara tetangganya di jazirah Arab.
Serangan nuklir bisa dilakukan Israel sewaktu-waktu, bila perang terjadi kata dokumen itu.
Meskipun Israel telah meneken perjanjian damai dengan Mesir setahun sebelumnya, dokumen diplomatik dari kedutaan Inggris di Tel Aviv pada bulan Mei 1980 menunjukkan bahwa para diplomat Inggris menilai sentimen Israel yang merasa terasingkan dan marah sedang berkembang.
Kabel diplomatik yang sudah berumur 20 tahun itu juga menyebut Israel akan menggunakan senjata atom segera dalam perang apapun.
Israel sendiri tidak pernah membenarkan atau membantah telah membuat senjata berhulu nuklir.
sumber : bbcindonesia
Selasa, 28 Desember 2010
Ini Dia Kejahatan Zionis dalam Perang 22 Hari di Gaza
Dua tahun pasca Perang 22 Hari kemarin (Senin, 26/12) diperingati di Jalur Gaza, Palestina bersamaan dengan peringatan di seluruh dunia untuk mengenang dan menghormati para syahid dan korban agresi brutal militer rezim Zionis Israel.
Menurut laporan kantor berita al-Quds, hari-hari agresi brutal militer Israel selama Perang 22 Hari menyisakan kenangan pahit bagi warga Gaza dan tidak mungkin terhapus begitu saja dari benak warga tertindas itu. Dua tahun lalu, kira-kira jam menunjukkan pukul 11:30 tanggal 27 Desember 2008 lebih dari 80 jet tempur Zionis Israel menyerang kantong-kantong konsentrasi warga Gaza mulai dari utara hingga selatan Jalur Gaza. Serangan brutal itu telah menjadi noktah hitam yang menambah kejahatan dan kebuasan rezim penjajah ini. Sebuah kejahatan yang hanya dalam jangka waktu 15 menit telah merenggut nyawa ratusan warga Gaza.
Warga Palestina yang tinggal di Jalur Gaza dan pendukung mereka di seluruh dunia memperingati agresi brutal itu di tengah-tengah ancaman serangan baru rezim Zionis Israel. Peringatan dua tahun agresi brutal itu diselenggarakan di Jalur Gaza di sela-sela serangan parsial militer Zionis Israel yang semakin meningkat ke kawasan itu, sementara semua mengetahui betapa daerah ini diblokade dari segala arah.
Agresi brutal militer Zionis Israel ke Gaza yang dikenal dengan Perang 22 Hari Gaza dilakukan tepat hari Sabtu 27 Desember 2008. Perang ini berakhir tanggal 18 Januari 2009. Agresi brutal Zionis Israel ini dimulai lewat operasi serangan udara ke Jalur Gaza Sabtu pagi pukul 11:30 dengan disertai 80 jet tempur.
Serangan darat ke Jalur Gaza dilakukan Sabtu malam tanggal 3 Januari 2009 yang diikuti oleh 35 ribu pasukan. Di hari pertama perang sekitar 210 polisi dan warga Gaza yang tewas dan 23 markas polisi luluh lantak dihantam bom-bom Zionis Israel. Perang berakhir dengan menyisakan 1.417 syahid, 5.500 cidera, 3.350 rumah hancur total dan merusak total 27 masjid.
Rezim Zionis Israel dalam agresi brutalnya ini telah menembakkan 2.500 rudal ke Jalur Gaza. Jet-jet tempur Israel melakukan 2.500 kali serangan udara dan lebih dari satu juta kilogram bahan peledak dijatuhkan ke Jalur Gaza dan warga yang hidup di sana.
Tujuan dari agresi brutal militer Israel ke Jalur Gaza adalah menumbangkan pemerintahan pilihan rakyat yang dipimpin Hamas, menghancurkan sistem pelontar roket dan membebaskan Gilad Shalit, tentara Zionis yang ditawan Hamas. Tapi Israel tidak berhasil merealisasikan satupun dari tujuan yang ada ini. Tel Aviv mengklaim bahwa mereka sejak awal tidak punya tujuan seperti yang disebutkan itu.
Israel dalam agresi brutal 22 hari ke Jalur Gaza telah melakukan pembantaian massal seperti:
1. Membantai keluarga al-Samuni pada tanggal 13 Januari 2009 yang berakibat 30 orang gugur syahid.
2. Menyerang sekolah al-Fakhurah pada 06 Januari 2009 yang mengakibatkan syahidnya 46 siswa sekolah itu.
3. Kejahatan dalam membantai keluarga Nizar Rayyan pada 01 Januari 2009 yang berujung pada syahidnya 16 orang.
4. Kejahatan saat menyerang keluarga Samir Dib pada 06 Januari 2009 yang menewaskan 10 orang.
5. Membantai keluarga Ba'lusyah pada 30 Desember 2008 yang berakibat 5 orang gugur syahid.
sumber : republika
Menurut laporan kantor berita al-Quds, hari-hari agresi brutal militer Israel selama Perang 22 Hari menyisakan kenangan pahit bagi warga Gaza dan tidak mungkin terhapus begitu saja dari benak warga tertindas itu. Dua tahun lalu, kira-kira jam menunjukkan pukul 11:30 tanggal 27 Desember 2008 lebih dari 80 jet tempur Zionis Israel menyerang kantong-kantong konsentrasi warga Gaza mulai dari utara hingga selatan Jalur Gaza. Serangan brutal itu telah menjadi noktah hitam yang menambah kejahatan dan kebuasan rezim penjajah ini. Sebuah kejahatan yang hanya dalam jangka waktu 15 menit telah merenggut nyawa ratusan warga Gaza.
Warga Palestina yang tinggal di Jalur Gaza dan pendukung mereka di seluruh dunia memperingati agresi brutal itu di tengah-tengah ancaman serangan baru rezim Zionis Israel. Peringatan dua tahun agresi brutal itu diselenggarakan di Jalur Gaza di sela-sela serangan parsial militer Zionis Israel yang semakin meningkat ke kawasan itu, sementara semua mengetahui betapa daerah ini diblokade dari segala arah.
Agresi brutal militer Zionis Israel ke Gaza yang dikenal dengan Perang 22 Hari Gaza dilakukan tepat hari Sabtu 27 Desember 2008. Perang ini berakhir tanggal 18 Januari 2009. Agresi brutal Zionis Israel ini dimulai lewat operasi serangan udara ke Jalur Gaza Sabtu pagi pukul 11:30 dengan disertai 80 jet tempur.
Serangan darat ke Jalur Gaza dilakukan Sabtu malam tanggal 3 Januari 2009 yang diikuti oleh 35 ribu pasukan. Di hari pertama perang sekitar 210 polisi dan warga Gaza yang tewas dan 23 markas polisi luluh lantak dihantam bom-bom Zionis Israel. Perang berakhir dengan menyisakan 1.417 syahid, 5.500 cidera, 3.350 rumah hancur total dan merusak total 27 masjid.
Rezim Zionis Israel dalam agresi brutalnya ini telah menembakkan 2.500 rudal ke Jalur Gaza. Jet-jet tempur Israel melakukan 2.500 kali serangan udara dan lebih dari satu juta kilogram bahan peledak dijatuhkan ke Jalur Gaza dan warga yang hidup di sana.
Tujuan dari agresi brutal militer Israel ke Jalur Gaza adalah menumbangkan pemerintahan pilihan rakyat yang dipimpin Hamas, menghancurkan sistem pelontar roket dan membebaskan Gilad Shalit, tentara Zionis yang ditawan Hamas. Tapi Israel tidak berhasil merealisasikan satupun dari tujuan yang ada ini. Tel Aviv mengklaim bahwa mereka sejak awal tidak punya tujuan seperti yang disebutkan itu.
Israel dalam agresi brutal 22 hari ke Jalur Gaza telah melakukan pembantaian massal seperti:
1. Membantai keluarga al-Samuni pada tanggal 13 Januari 2009 yang berakibat 30 orang gugur syahid.
2. Menyerang sekolah al-Fakhurah pada 06 Januari 2009 yang mengakibatkan syahidnya 46 siswa sekolah itu.
3. Kejahatan dalam membantai keluarga Nizar Rayyan pada 01 Januari 2009 yang berujung pada syahidnya 16 orang.
4. Kejahatan saat menyerang keluarga Samir Dib pada 06 Januari 2009 yang menewaskan 10 orang.
5. Membantai keluarga Ba'lusyah pada 30 Desember 2008 yang berakibat 5 orang gugur syahid.
sumber : republika
Kamis, 23 Desember 2010
Assange Bantah Wikileaks Bekerjasama dengan Israel
| Julian Assange (Foto: Theguardian.co.uk) |
“Dokumen itu sangat rahasia dan sensitif tentang perang Israel atas Libanon pada 2006 dan penyerangan Januari militan Hamas Mahmud al-Mabhuh akan dirilis,” kata Assange kepada Al Jazeera dalam sebuah wawancara.
Assange menggatakan, WikiLeaks memiliki 3.700 dokumen AS tentang Israel, termasuk 2.700 yang diorganisasi dari negara Yahudi itu. Dia menyangkal website itu memiliki sejumlah kesepakatan untuk memisahkan negara yang membocornya.
“Kami tidak memiliki kesepakatan rahasia dengan negara mana pun,” ujar Assange dalam Bahasa Inggris yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Arab dan dimuat dalam website Al-Jazeera.
Dia menambahkan, “Kami tidak memiliki kontak langsung maupun tidak langsung dengan orang Israel,” sambil menambahkan tidak lebih dari 2 persen dari dokkumennya tentang Israel sejauh ini sudah dirilis.
Isarel melakukan perang dengan Hezbollah dari kelompok Islam Syiah di Libanon pada musim panas 2006 yang menewaskan lebih dari 1.200 orang Libanon, sebagian besar warga sipil, dan 160 orang Israel sebagian besar tentara.
sumber : suarapembaruan
Senin, 20 Desember 2010
Diskriminasi Zionis Israel terhadap Warga Palestina
Pada salah satu dokuman dari 166 dokumen yang tersebar dengan judul “Separatisme dan hilangnya kesataraan”, Israel memperlakukan warga Palestina dengan sangat diskriminatif.
Politik Israel di Tepi Barat sangat keras. Warga Palestina tidak diperbolehkan mendapatkan hak-hak mendasarnya seperti pelayanan kesehatan, pendidikan dan yang lainya. Beda dengan penduduk Zionis yang mendapatkan semua fasilitas yang disediakan pemerintah Zionis.
Wakil direktur HRW bidang hubungan luar negeri, Carol Bograt mengatakan, warga Palestina mendapatkan perlakukan tidak adil secara sistematis. Mereka tidak mendapatkan hak penerangan seperti listrik, air, sekolah dan jalan.
Sementara Israel mendapatkan semua bentuk pelayanan dari pemerintah. Penduduk Zionis Israel hidup dalam kecukupan bahkan sejahtera, namun warga Palestina serba kekurangan, bukan hanya penyingkiran dan ketidak setaraan, bahkan sebagian dari mereka tidak dapat beribadah, dusir dari rumah-rumah milik mereka sendiri.
Oleh karena itu, Amerika Serikat yang senantiasa memberikan bantuan pada Israel senilai USD 2,75 miliar pertahun, harus bertanggung jawab atas situasi ini. Negara Paman Sam itu harus menghentikan bantuannya selama pemerintah Zionis tidak mau memberikan pelayanan pada semua rakyatnya.
Jumlah ini berdasarkan hasil kajian HRW pada tahun 2003 mencapai USD 1,4 milyar, selain sejumlah persetujuan yang telah disepakati bersama dengan para pemimpinnya. Amerika membebaskan Israel dari pajak, khususnya yang digunakan untuk permukiman Zionis.
HRW dengan ini menghimbau AS agar memastikan pembebasan pajak dari Israel harus diikuti dengan koordinasi dan ketentuan yang menghormati undang-undang internasional.
Sejak tahun 1967, Zionis telah membangun 130 permukiman di Tepi Barat yang dihuni sekitar 300.000 warga Yahudi.(*/dar)
Label:
Human Right Watch
Sabtu, 18 Desember 2010
Bolivia Juga Akui Palestina Merdeka
Bolivia mengakui Palestina sebagai negara merdeka pada Jumat, mengikuti pendahulunya, Brasil, Argentina, dan Uruguay. Presiden Bolivia, Evo Morales, mengatakan pemerintahnya akan mengirim sebuah surat kepada Presiden Palestina, Mahmud Abbas, untuk mengakui Palestina sebagai "sebuah negara merdeka dan berdaulat".
Dalam pidatonya saat jumpa pers di Paraguay, Morales mengatakan Bolivia akan mengumumkan keputusannya secara resmi kepada sejumlah lembaga internasional pada pekan depan.
Dia menyatakan bahwa "penjajahan suatu bangsa" sedang dilaksanakan di kawasan itu dan menyeru kepada masyarakat internasional untuk ikut andil menghindari hal tersebut.
Brasil, Argentina, dan Uruguay mengakui Palestina sebagai sebuah negara merdeka pada awal Desember sehingga memicu kemarahan Israel.(*/dar)
sumber : wartanews
Label:
Pengakuan Negara
Jumat, 17 Desember 2010
Norwegia Juga Akui Kemerdekaan Palestina !
| Bendera Norwegia |
Sekitar empat bulan lalu, negara-negara seperti Perancis, Spanyol dan Portugal termasuk negara-negara pertama yang memperbaiki sikapnya dengan meningkatkan status para wakil Palestina. Di awal Desember, sejumlah negara di Amerika Latin seperti Brazil, Argentina dan Uruguai secara resmi mengakui negara Palestina dengan teritorial tahun 1967.
Sementara Senat Amerika pada Rabu lalu (15/12) mengeluarkan pernyataan menolak setiap langkah yang diambil untuk menerima secara resmi kemerdekaan Palestina berdasarkan teritorial tahun 1967. Pernyataan Senat Amerika ini jelas-jelas bertentangan dengan janji pemerintah Barack Obama.
Karena Obama selama ini mengklain akan berusaha membentuk negara Palestina merdeka guna mengakhiri berlanjutnya konflik antara Israel dan Palestina di Timur Tengah. Sejak tahun 1982 hingga kini, Amerika telah memveto puluhan resolusi Dewan Keamanan PBB yang isinya anti-Israel.
sumber : republika
Label:
Pengakuan Negara
Rabu, 15 Desember 2010
Otoritas Zionis Tolak Hormati Bantuan Palestina
YERUSALEM - Israel melarang sekelompok petugas pemadam Palestina menghadiri upacara penghormatan kepada pihak-pihak yang telah berjasa mengatasi kebakaran hebat di Israel awal bulan ini. Padahal para petugas asal Palestina itu juga termasuk dalam pihak-pihak yang berjasa. Penolakan ini adalah rangkaian terbaru dari sikap memalukan Israel menangani kebakaran mematikan di negerinya.
Sebelas warga Palestina sebenarnya diundang dalam upacara yang digelar di bagian utara Israel itu, lokasi di mana si jago merah merajalela awal bulan ini. Seorang politisi Israel berdarah Arab, yang juga menjadi panitia pelaksana acara tersebut, mengatakan upacara sempat dihentikan ketika tiga warga Palestina itu dilarang masuk.
Seperti dikutip Associated Press pada Rabu (15/12/2010), Kepala pemada Palestina Ahmer Rizek mengatakan, penolakan tanpa alasan semacam ini sudah biasa dialaminya. Ini menurutnya hanya mencerminkan apa yang terjadi di wilayah Tepi Barat setiap harinya.
Sekira 20 petugas pemadam Palestina ikut terjun dalam upaya internasional menanggulangi kebakaran yang menewaskan 43 orang dan menghanguskan hutan di bagian utara Israel. Kebakaran ini adalah yang terbesar sepanjang sejarah Israel. Kebakaran ini bisa dihentikan berkat bantuan dari pihak-pihak luar yang mengirimkan pesawat pemadam.
Upacara penghormatan yang berlangsung Selasa, 14 November kemarin mengambil tempat di Usyifa, sebuah kota Arab Israel dekat dengan lokasi kebakaran. Para petugas Palestina rencananya juga akan dianugerahi penghargaan dalam acara tersebut.
Pembatalan tersebut menjadi hal yang memalukan bagi Israel karena terjadi di saat pemimpin mereka telah menyatakan niatnya menegosiasikan kesepakatan damai dengan Palestina.(fmh)
sumber : okezone
Senin, 13 Desember 2010
Vatikan: Bocoran WikiLeaks Tidak Bisa Dipercaya
[VATIKAN CITY] Tahta Suci Vatikan akhirnya bereaksi atas bocornya kawat diplomatik Amerika Serikat (AS) terkait terkait kepemimpinan Vatikan. Vatikan menilai bocoran kawat diplomatik oleh WikiLeaks itu sebagai sebuah masalah yang sangat-sangat serius.
Kawat dari Kedutaan Besar AS di Vatikan menceritakan tentang lemahnya kepemimpinan Vatikan dan penolakan Tahta Suci untuk campur tangan atas masalah pelecehan seksual para imam di Irlandia. Menurut Vatikan, bocoran WikiLeaks itu sangat tidak bisa dipercaya.
“Secara alamiah, laporan-laporan ini merefleksikan persepsi dan opini tentang orang-orang yang menulis kawat-kawat itu dan tidak dapat diterima sebagai sikap dari Tahta Suci itu sendiri pun juga bukan kutipan yang tepat dari kata-kata resmi itu sendiri,” kata Vatikan pada akhir pekan kemarin.
Ditambahkan, “Informasi-informasi yang kebenarannya sangat diragukan itu harus dievaluasi secara hati-hati dan dengan tingkat kepercayaan yang tinggi.”
Dalam kawat itu disebutkan Diplomat AS di Roma Julieta Valls Noyes mengatakan bahwa Irlandia berusaha untuk melibatkan Vatikan dalam menyelesaikan kasus pelecehan seksual para imam di Irlandia karena masalah itu terkait otoritas Vatikan.
Selain itu, kawat diplomatik AS itu juga meneyebutkan bahwa Duta Besar Inggris untuk Vatikan juga mengingatkan masalah sambutan Paus Benediktus XVI terhadap para uskup dan imam Anglikan ke dalam gereja Katolik bakal menyulut tidak kekerasan terhadap minoritas Katolik di Inggris raya dan menghidupkan kembali gerakan anti Katolik di negeri itu.
Tahta Suci juga dinilai sebagai sebuah kelompok yang technophobia atau takut dengan kemajuan teknologi. Butkinya hanya satu orang penasihat Paus yang menggunakan Blackberry. Hal itu juga dinilai sebagai upaya untuk melindungi Paus dari berita-berita buruk.
Sementara orang nomor dua di Vatikan, Sekretaris Negara, Kardinal Tarcisio Bertone dinilai sebagai “Yes Man” dalam kawat tersebut.
Menanggapi itu Kardinal Bertone seperti dikutip koran-koran Italia mengatakan, “Saya banggga disebut sebagai seorang yes man. Itu menunjukkan bahwa dukunga saya begitu besar terhadap kerja pastoral kepausan.”
Koran-koran Italia umumnya membela Vatikan. Il Giornale, misalnya membantah bahwa Bertone hanya bisa berbahasa Italia seperti disebutkan dalam kawat itu. Padahal Bertone fasih berbahasa Prancis dan Spanyol seperti berbicara Italia. “Tetapi Kedutaan Amerika Serikat tidak bisa memaafkannya karena tidak bisa berbahasa Inggris,” tulis koran tersebut. [Theguardian.co.uk/A-21]
sumber : suarapembaruan
Kawat dari Kedutaan Besar AS di Vatikan menceritakan tentang lemahnya kepemimpinan Vatikan dan penolakan Tahta Suci untuk campur tangan atas masalah pelecehan seksual para imam di Irlandia. Menurut Vatikan, bocoran WikiLeaks itu sangat tidak bisa dipercaya.
“Secara alamiah, laporan-laporan ini merefleksikan persepsi dan opini tentang orang-orang yang menulis kawat-kawat itu dan tidak dapat diterima sebagai sikap dari Tahta Suci itu sendiri pun juga bukan kutipan yang tepat dari kata-kata resmi itu sendiri,” kata Vatikan pada akhir pekan kemarin.
Ditambahkan, “Informasi-informasi yang kebenarannya sangat diragukan itu harus dievaluasi secara hati-hati dan dengan tingkat kepercayaan yang tinggi.”
Dalam kawat itu disebutkan Diplomat AS di Roma Julieta Valls Noyes mengatakan bahwa Irlandia berusaha untuk melibatkan Vatikan dalam menyelesaikan kasus pelecehan seksual para imam di Irlandia karena masalah itu terkait otoritas Vatikan.
| Paus Benediktus XVI (tengah) pada sebuah perayaan misa di Vatikan. (Foto: Theguardian.co.uk) |
Tahta Suci juga dinilai sebagai sebuah kelompok yang technophobia atau takut dengan kemajuan teknologi. Butkinya hanya satu orang penasihat Paus yang menggunakan Blackberry. Hal itu juga dinilai sebagai upaya untuk melindungi Paus dari berita-berita buruk.
Sementara orang nomor dua di Vatikan, Sekretaris Negara, Kardinal Tarcisio Bertone dinilai sebagai “Yes Man” dalam kawat tersebut.
Menanggapi itu Kardinal Bertone seperti dikutip koran-koran Italia mengatakan, “Saya banggga disebut sebagai seorang yes man. Itu menunjukkan bahwa dukunga saya begitu besar terhadap kerja pastoral kepausan.”
Koran-koran Italia umumnya membela Vatikan. Il Giornale, misalnya membantah bahwa Bertone hanya bisa berbahasa Italia seperti disebutkan dalam kawat itu. Padahal Bertone fasih berbahasa Prancis dan Spanyol seperti berbicara Italia. “Tetapi Kedutaan Amerika Serikat tidak bisa memaafkannya karena tidak bisa berbahasa Inggris,” tulis koran tersebut. [Theguardian.co.uk/A-21]
sumber : suarapembaruan
Jangan Biarkan Australia Cuci Tangan dari Kasus Montara
| Pencemaran laut timor karena meledaknya ladang minyak Montara |
KUPANG - Pemerhati masalah Laut Timor, Ferdi Tanoni ,menegaskan Australia tidak boleh lepas tangan atas bencana ledakan sumur minyak Montara pada 21 Agustus 2009 yang telah mencemari sebagian besar wilayah perairan Indonesia. "Akibat dari pencemaran tersebut, ribuan nelayan dan petani rumput laut di persisir pulau-pulau Nusa Tenggara Timur (NTT) telah kehilangan mata pencaharian. Atas dasar itu, Australia tidak boleh lepas tangan dalam menyikapi tragedi Montara," kata Tanoni yang juga Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) di Kupang, Senin.
Ia mengemukakan hal ini menanggapi pernyataan Menteri Luar Negeri Australia Kevin Rudd di Bali, Rabu (9/12), pekan lalu, yang menyatakan bahwa masalah pencemaran Laut Timor akibat tumpahan minyak adalah urusan antara Indonesia dan perusahaan penyebab pencemaran, PTTEP Australasia.
"Kami (Pemerintah Australia) tidak mau campur tangan. Silakan saja kalau pemerintah Indonesia mau mengambil langkah apa pun terhadap perusahaan itu, dengan menggunakan bukti-bukti apa pun yang dimiliki Indonesia," kata Rudd kepada wartawan.
Tanoni yang juga mantan agen imigrasi Kedutaan Besar Australia melukiskan pernyataan mantan Perdana Menteri Australia itu sebagai sebuah tindakan "cuci tangan" Australia terhadap bencana lingkungan dan kemanusiaan yang maha dahsyat di abad ini.
"Yang harus bertanggungjawab terhadap bencana pencemaran ini adalah pemerintah Federal Australia dan pemerintah negara bagian Australia Utara dan PTTEP Australasia," kata penulis buku "Skandal Laut Timor, Sebuah Barter Politik Ekonomi Canberra-Jakarta" itu menegaskan.
Tanoni menjelaskan tanggungjawab pemerintah Federal Australia terhadap masalah pencemaran tersebut, karena Otorita Keselamatan Maritim Australia (AMSA-Australia Maritime Safety Authority) menggunakan zat kimia beracun dispersant yang paling berbahaya di dunia untuk menenggelamkan tumpahan minyak ke dasar laut.
Sementara itu, PTTEP Australasia sebagai operator ladang minyak Montara harus bertanggungjawab karena lalai dalam menjalankan tugasnya sehingga menyebabkan terjadinya ledakan sumur di Blok Atlas Barat Laut Timor pada 21 Agustus 2009. Sedang, pemerintah negara bagian Australia Utara sebagai regulator dari ladang minyak Montara telah lalai pula menjalankan fungsi pengawasannya yang ketat mengakibatkan sumur minyak Montara di Blok Atlas Barat Laut Timor meledak dan mencemari Laut Timor, katanya.
"Semua hal ini merupakan fakta yang tidak dapat disangkal oleh siapapun dan telah terungkap jelas dalam laporan Komisi Penyelidik Australia," ujar Tanoni. Ia juga mengecam pernyataan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa yang menilai pernyataan sahabatnya Kevin Rudd itu adalah hal yang wajar.
Menurut dia, Menlu Marty Natalegawa telah melemahkan posisi Indonesia menghadapi Australia dengan merendahkan martabat Bangsa Indonesia, karena dalam laporan Komisi Penyelidik Australia ada tercatat nama YPTB satu-satunya lembaga dari Indonesia yang mengajukan pengaduan.
Ia menambahkan YPTB juga mengirim sampel minyak ke Komisi Penyelidik Australia melalui Senator Rachel Siewert dari Partai Hijau, dan setelah dilakukan pengetesan oleh Leeders and Consulting (Aust) Pty Ltd, ternyata jenisnya sama dengan yang dimuntahkan dari Montara.
Tanoni mengatakan bencana Montara adalah masalah lingkungan dan kemanusian yang bersifat universal, sehingga sangat keliru bila Menlu Kevin Rudd mengatakan pemerintahannya tidak ikut bertanggungjawab atas tragedi pencemaran minyak Montara di Laut Timor.
Meskipun demikian, ia menilai pernyataan Kevin Rudd itu cukup wajar karena Tim Nasional Penanggulangan Keadaan Darurat Tumpahan Minyak di Laut (PKDTML) pimpinan Menteri Perhubungan Freddy Numberi itu, tidak pernah mengajukan pengaduan ke Komisi Penyelidik Australia tentang kasus pencemaran tersebut.
sumber : republika
Sabtu, 11 Desember 2010
Pasukan Zionis Israel Serang Demonstran Anti Tembok Rasial
Puluhan warga Palestina dan relawan asing mengalami luka-luka dan sesak napas, sementara wartawan Jerman ditangkap dalam serbuan pasukan Israel terhadap unjuk rasa Bal’in dan Muasharah menentang pemukiman Israel dan tembok pemisah rasial.
Sumber media Palestina di Tepi Barat, Jumat (10/12) lalu menyebutkan, pasukan Israel telah menembakkan peluru tajam, bom suara, gas beracun dan gas air mata terhadap peserta unjuk rasa, yang mengakibatkan sejumlah warga terluka, antara lain Muhammad Khatib, 17, cameramen Najib Syarawanah, Fotografer Muhib Bargusi, seorang wartawati Australia dan puluhan lainnya menderita sesak napas disamping penangkapan seorang wartawan Jerman.
Para pengunjuk rasa mengusung panji-panji Palestina, acara ini bertepatan dengan peringatan tahunan Intifadhah pertama, deklarasi HAM internasional, dan satu tahun penangkapan aktifis Abdullah Abu Barhaman. Para peserta juga mengusung bendera Brazil, Argentina dan Turki, foto tawanan Abdullah Abu Rahmah, seorang koordinator Komite Rakyat menentang tembok rasial dan pemukiman Yahudi di Bal’in, serta slogan mengutuk kebijakan pemukiman Israel.
Jubir Komite Menentang Pemukiman Yahudi di distrik Betlehem, Muhammad Barijah menyatakan, pasukan Israel menghalangi jalan bagi para peserta unjuk rasa, mereka menembakan bom suara dan gas yang menyebabkan sejumlah peserta mengalami sesak napas dan pingsan kemudian dirawat petugas medis lapangan.
Disebutkan bahwa seorang relawan asal Afrika Selatan mengalami luka di kepalanya terkena tembakan bom suara. (*/dar)
sumber : wartanews
Label:
Demonstrasi
Sejarah: Kisah Muslim Albania Selamatkan Yahudi
Puluhan keluarga Yahudi diselamatkan Muslim Albania |
Setelah mendengar cerita itu, ia memutuskan untuk mengunjungi Albania, bertemu keluarga yang masih hidup, yang sempat menggadaikan jiwa mereka untuk melindungi orang Yahudi. "Saya ingin pergi ke Albania pertama kali menemukan sendiri siapa orang-orang ini."
Selama enam tahun terakhir, Gershman, seorang fotografer karya seni rupa yang biasanya ditampilkan dalam museum, melakukan perjalanan ke seluruh Albania dan Kosovo. Dia memotret sebagian besar subyek di rumah-rumah warga hingga ke pedesaan, juga benda-benda yang signifikan terhadap orang yang mereka terlindung.
Kini foto-fotonya dipamerkan di sebuah sinagog di St Louis, Missouri. Ini adalah pameran fotografi terlengkap, menampilkan potret Muslim Albania yang kini memasuki usia senja, mereka yang membantu menyelamatkan hampir 2.000 orang Yahudi yang melarikan diri ke Albania selama Perang Dunia II.
Dalam satu foto, seorang pria berdiri dengan tiga buku doa Yahudi yang ditinggalkan setelah perang.
"Saya tidak akan melupakan ini - ketika kami berada di rumah orang ini dan dia melihat kami semacam seperti marah dan dia berkata 'Apa yang kau lakukan di sini'," ujar Gershman. "Kami berkata, 'Keluarga Anda menyelamatkan Yahudi' dan dia memandang kami dan berkata, 'So What? Semua Muslim Albania melakukan ini. Apa yang aku lakukan bukan sesuatu yang spesial. Kewajiban Muslim adalah menghormati tamunya'. Dan ia bersungguh-sungguh dengan ucapannya," kata Gershman.
***
Muslim Albania memiliki kata untuk hal ini: besa. Ini diterjemahkan sebagai 'kehormatan', dan merupakan ajaran budaya yang unik di Albania. "Kata besa di Albania adalah jenis perlindungan saat mereka menjamu tamu, itu aturan, dan mereka melindungi para tahunya bahkan dengan kehidupan mereka sendiri," kata Alberto Colonomos, seorang Yahudi yang lahir pada tahun 1933, dan terakhir menetap di Yugoslavia. Ia berusia 10 tahun ketika keluarganya melarikan diri ke Albania.
"Ada sekitar 7.200 orang Yahudi yang tinggal di daerah itu sebelum mereka dideportasi ke kamp-kamp konsentrasi di Treblinka, atau dibunuh. Mereka semua, tidak ada yang kembali. Tapi sekitar 50 keluarga melarikan diri seminggu atau dua minggu sebelum deportasi."
Seorang pria kaya yang bekerja di sebuah pabrik tembakau membawanya pada keluarga Colonomos. Tidak seperti banyak orang Yahudi di bagian lain Eropa yang selamat dari perang di ruang bawah tanah dan loteng, orang-orang Yahudi di Albania diberi nama Muslim dan diperlakukan sebagai tamu terhormat. Colonomos menjelaskan bahwa di bawah besa, Albania menempatkan tamu-tamu mereka sebelum keluarga mereka sendiri.
"Mereka benar-benar menyembunyikan kami dengan kehidupan mereka. Mereka tahu bahwa konsekuensi jika mereka ketahuan. Tetapi ketika mereka memiliki besa, mereka tidak akan mencelakai tamu-tamu mereka. Sungguh mereka adalah orang-orang yang menakjubkan," katanya, berkaca-kaca.
Potret Gershman yang hitam dan putih telah dipajang di lebih dari 70 pameran di seluruh dunia.
***
"Kami sangat senang untuk memilikinya dan sangat bersemangat untuk melihat semua 'keindahan' itu," kata Rabi Justin Kerber, yang telah memimpin jemaat selama satu setengah tahun. Ia berharap pameran akan membantu memulai dialog antaragama dalam masyarakat dan akan menyebar ke bagian lain negara.
"Pada saat ini ada begitu banyak ketegangan di dunia dan begitu banyak perhatian dicurahkan untuk konflik Yahudi-Islam atau konflik Israel-Arab, itu benar-benar penting bagi semua orang untuk mengerti bahwa bukan persahabatan Muslim-Yahudi bukan hanya dongeng," kata Kerber.
Harapan yang sama dikemukakan oleh Mufti Minhajuddin Ahmed, imam dan direktur Religious Services of the Greater Islamic Foundation of St. Louis, yang bermitra dengan Temple Emanuel dalam diskusi kerukunan umat beragama sebelum pameran dibuka.
"Saya pikir pada saat hubungan Yahudi-Muslim sangat asam untuk banyak peristiwa yang terjadi di Timur Tengah, ini adalah pameran yang sangat tepat waktu dan sangat dibutuhkan yang menyoroti bagaimana Muslim telah menyelamatkan orang-orang Yahudi dan ini adalah ajaran yang benar dari Islam," kata Ahmed. "Ini adalah kesempatan bagi orang lain untuk mengetahui bahwa agama ini tidak tidak lahir dari kekerasan. Islam adalah agama yang mengajarkan kebaikan dan kasih sayang," ujarnya.
WikiLeaks Ungkap Campur Tangan Militer AS di Dunia Muslim
SAN'A – Dari perbatasan Saudi-Yaman hingga Somalia yang tak berhukum dan gurun pasir Afrika utara-tengah, militer AS lebih terlibat dalam konflik bersenjata di dunia Muslim daripada yang diakui secara terbuka pemerintah AS, menurut kabel yang dirilis oleh website WikiLeaks.
Pemerintah AS memiliki hubungan dengan rezim-rezim yang umumnya tidak dianggap sebagai sekutu dalam perang melawan terorisme, dan sementara bocoran kabel menunjukkan bahwa diplomat AS memperingatkan rezim-rezim itu untuk menghormati hukum perang, mereka juga menggarisbawahi bahaya menggunakan teknologi militer canggih di medan perang terpencil dan rumit dengan teman-teman yang terkadang licik.
Kabel-kabel yang dirilis minggu ini mengindikasikan bahwa AS:
- Menyediakan Arab dengan citra satelit untuk membantu mengarahkan serangan udara melawan pemberontak Syiah setelah serangan sebelumnya diklaim menimbulkan korban sipil.
- Berkolaborasi dengan pasukan Aljazair di tahun 2006 dan 2007 untuk menangkap militan yang diduga menuju Irak dan, yang paling baru, memperoleh izin untuk menerbangkan pesawat pengintai AS di wilayah udara Aljazair untuk memburu tersangka anggota Al Qaeda.
- Membunuh seorang pemimpin militan dalam serangan udara tahun 2008 di Somalia dan memenuhi permintaan pemerintah Somalia untuk menghabisi lebih banyak tersangka militan.
Para ahli mengatakan bahwa pengungkapan operasi rahasia Amerika di negara-negara Muslim bisa menjadi umpan bagi militan yang menuduh AS melakukan agresi terhadap kaum Muslim dan berpihak pada rezim otoriter dan tidak populer.
Pentagon belum mengakui perannya dalam pertempuran sporadis Arab Saudi melawan sebuah kelompok Syiah Yaman yang dikenal dengan nama Houthi.
Tapi sebuah kabel dari kedutaan AS di Riyadh mengatakan bahwa di bulan Februari, seorang petinggi pertahanan Saudi meminta kepada AS peta satelit dari perbatasannya dengan Yaman untuk membantu angkatan udara Saudi mengenai para pemberontak, dan duta besar AS James B. Smith setuju.
Serangan udara Saudi sebelumnya mengenai sebuah klinik media, sementara satu bom lainnya berbalik arah ketika para pilot mengetahui bahwa target yang dipilih oleh pemerintah Yaman ternyata bukan lokasi pemberontak melainkan markas lawan politik Presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh.
Serangan-serangan itu dilakukan tanpa tingkat ketepatan yang diinginkan, ujar pejabat Saudi, Pangeran Khaled bin Sultan. Ketika Smith memproduksi sebuah citra satelit dari klinik yang rusak akibat bom itu, bin Sultan mengatakan bahwa angkatan udaranya membutuhkan pesawat yang lebih canggih.
"Jika kami memiliki Predator, mungkin kami tidak akan memiliki masalah ini," ujarnya, merujuk pada sebuah pesawat drone yang digunakan luar oleh AS dalam sejumlah serangan terhadap tersangka di Pakistan dan tempat lainnya. (rin/mh)
AS: Pengakuan Negara Palestina Gegabah
| Ilustrasi: Perdamaian Israel-Palestina |
SANTIAGO - Pengakuan Brasil dan Argentina terhadap sebuah negara Palestina adalah (tindakan) gegabah, kata Wakil Menlu Amerika Serikat William Burns pada saat kunjungan ke Chie, Jumat.
Pemerintah Argentina Senin mengatakan, mereka telah memutuskan untuk mengakui negara Palestina berdasar pada perbatasan sebelum perang 1967, menyusul tindakan yang sama beberapa hari sebelumnya oleh tetangganya Brasil.
"Kami yakin pengakuan seperti itu adalah gegabah," tegas Burns pada wartawan di ibukota Cile, Santiago. "Hanya melalui perundingan antara pihak-pihak mereka sendiri, Palestina dan Israel, kita akan dapat mencapai penyelesaian dua-negara."
Israel pekan ini mengatakan pengakuan negara-negara Amerika Latin terhadap negara Palestina merupakan "campurtangan yang sangat merugikan" oleh negara-negara yang tak pernah jadi bagian dari proses perdamaian Timur Tengah.
Israel mempersoalkan klaim Palestina terhadap seluruh Tepi Barat dan Jerusalem, tanah yang mereka rebut dari Jordania dalam perang 1967 dan sejak itu ditempati secara luas. Pembicaraan perdamaian yang disponsori AS yang telah diusahakan selama dua dasawarsa didasarkan pada sebuah negara Palestina dengan persetujuan Israel.
sumber : republika
Pemerintah Argentina Senin mengatakan, mereka telah memutuskan untuk mengakui negara Palestina berdasar pada perbatasan sebelum perang 1967, menyusul tindakan yang sama beberapa hari sebelumnya oleh tetangganya Brasil.
"Kami yakin pengakuan seperti itu adalah gegabah," tegas Burns pada wartawan di ibukota Cile, Santiago. "Hanya melalui perundingan antara pihak-pihak mereka sendiri, Palestina dan Israel, kita akan dapat mencapai penyelesaian dua-negara."
Israel pekan ini mengatakan pengakuan negara-negara Amerika Latin terhadap negara Palestina merupakan "campurtangan yang sangat merugikan" oleh negara-negara yang tak pernah jadi bagian dari proses perdamaian Timur Tengah.
Israel mempersoalkan klaim Palestina terhadap seluruh Tepi Barat dan Jerusalem, tanah yang mereka rebut dari Jordania dalam perang 1967 dan sejak itu ditempati secara luas. Pembicaraan perdamaian yang disponsori AS yang telah diusahakan selama dua dasawarsa didasarkan pada sebuah negara Palestina dengan persetujuan Israel.
sumber : republika
Label:
Amerika,
Perdamaian
Jumat, 10 Desember 2010
Nah Lho, 100 Ribu Siswa Israel Mengidap Penyakit Jiwa
| Siswa Israel |
Direktur divisi perkembangan anak program keahlian yang berada di bawah departemen kesehatan, Asher Oornue mengatakan, sepertiga dari sisiwa yang berhasil didiagnosis menunjukkan mereka mengidap penyakit syaraf dan mengalami kondisi kesehatan yang sulit.
Mereka diobati dengan obat “Ritalin” yang diberikan berdasarkan resep dari dokter spesialis yang dananya diambil dari dana kesehatan Zionis.
Oornue mengatakan hal ini dalam rapat komite pendidikan yang berada di bawah pengawasan parlemen Zionis. Ia mengatakan, para sisiwa ini sangat butuh penanganan medis.
Sementara itu, ketua dewan orang tua, Ety Benyamin mengisyaratkan, sekolah-sekolah Zionis mengalami kekurangan siswa dalam bidang keahlian, terutama untuk konsultan kejiwaan.
Label:
Kejiwaan,
Pendidikan
Dukungan Rabi Untuk Rasisme Zionis Israel Meningkat
TEL AVIV (Berita SuaraMedia) – Makin banyak rabi Israel yang menambahkan nama mereka ke dalam dokumen yang menyerukan kaum Yahudi untuk tidak menyewakan atau menjual properti ke non-Yahudi, terlepas dari membludaknya kritik.
Harian Israel Yediot Aharonot melaporkan bahwa 300 tokoh agama telah menandatangani pernyataan publik, yang memperingatkan bahwa "dilarang di Torah untuk menjual sebuah rumah atau lahan di tanah Israel ke orang asing."
Dokumen itu pertama kali muncul pada hari Selasa (7/12), dan langsung dikecam oleh tokoh-tokoh di seluruh masyarakat Israel, mulai dari kelompok rabi dan organisasi hak asasi sampai ke politisi, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Pernyataan itu menyerukan bagi siapapun yang menyewakan atau menjual properti ke non-Yahudi akan dikucilkan oleh masyarakat luas.
"Setelah seseorang menjual atau menyewakan hanya satu flat, nilai semua flat di satu lingkungan turun. Dia yang menjual atau menyewakan ke non-Yahudi menyebabkan tetangganya rugi besar dan dosa yang dilakukannya sangat besar," ujar pernyataan itu.
"Siapapun yang menjual properti ke non-Yahudi harus dikucilkan!"
Manifesto itu mengutip tulisan Yahudi, termasuk dari Alkitab, Exodus 23:33, yang berbunyi, "Jangan biarkan mereka tinggal di tanahmu atau mereka akan membuatmu berdosa terhadapku, karena pemujaan terhadap Tuhan mereka pasti akan menjadi jerat bagimu."
Dokumen itu awalnya mengumpulkan tanda tangan dari 50 rabi, kebanyakan dari mereka dipekerjakan oleh negara dan menteri komunitas Yahudi di seluruh Israel.
Pada hari Kamis, jumlah itu dilaporkan terus berkembang menjadi lebih dari 300, memicu kecaman luas dan seruan pada Jaksa Agung Yehuda Weinstein untuk bertindak melawan penandatangan dengan dasar penghasutan untuk rasisme.
Noah Flug, kepala Asosiasi Survivor Holocaust Internasional, mengatakan terkejut dengan konten dari surat itu, mengatakan bahwa hal tersebut mengingatkannya ketika Nazi melarang kaum Yahudi tinggal di dekat mereka.
"Saya ingat Nazi Jerman mengusir kaum Yahudi keluar dari apartemen mereka dan pusat kota untuk menciptakan daerah kumuh," ujarnya.
"Saya ingat bagaimana mereka mencoreti bangku-bangku yang tidak boleh dicoreti oleh Yahudi, dan tentu saja dilarang untuk menjual atau menyewakan kepada Yahudi. Kami kira di negara ini itu tidak akan terjadi."
Asosiasi untuk Hak-hak Sipil di Israel telah menyerukan Netanyahu agar mendisiplinkan rabi pemerintah yang menandatangani surat itu, dan anggota parlemen Arab Israel Mohammed Barakeh menyerukan untuk sebuah investigasi hukum. (rin/mn)
Label:
Rabi
Langganan:
Postingan (Atom)
Laman
Daftar
Archives
-
▼
2010
(67)
-
▼
Desember
(49)
- Pdt DR. Andreas A Yewangoe : “Dalam Kekristenan ad...
- Mantan Presiden Israel Perkosa 3 Wanita
- Zionis Israel sudah siap perang nuklir sejak 1980
- Ini Dia Kejahatan Zionis dalam Perang 22 Hari di Gaza
- Assange Bantah Wikileaks Bekerjasama dengan Israel
- Diskriminasi Zionis Israel terhadap Warga Palestina
- Bolivia Juga Akui Palestina Merdeka
- Norwegia Juga Akui Kemerdekaan Palestina !
- Otoritas Zionis Tolak Hormati Bantuan Palestina
- Vatikan: Bocoran WikiLeaks Tidak Bisa Dipercaya
- Jangan Biarkan Australia Cuci Tangan dari Kasus Mo...
- Pasukan Zionis Israel Serang Demonstran Anti Tembo...
- Sejarah: Kisah Muslim Albania Selamatkan Yahudi
- WikiLeaks Ungkap Campur Tangan Militer AS di Dunia...
- AS: Pengakuan Negara Palestina Gegabah
- Nah Lho, 100 Ribu Siswa Israel Mengidap Penyakit Jiwa
- Dukungan Rabi Untuk Rasisme Zionis Israel Meningkat
- Wikileaks: Myanmar Diam-Diam Bangun Lokasi Nuklir
- Wawancara dengan Menteri Luar Negeri Palestina Ria...
- 31 Mei 2010 Diserbu, 31 Mei 2011 Mavi Marmara Berl...
- Wikileaks : Pesta Liar Keluarga Kerajaan Saudi Diu...
- Mesir Minta AS Hentikan Permainkan Palestina
- Mikroorganisme Spesifik Lokasi Untuk Mempercepat P...
- Oleh : FUAD AFFANDIMengapa bingung dengan harga pu...
- AS Tuduh Cina Tak Bermoral di Afrika
- Markas Wikileaks Dibawah Tanah
- Hadapi Tim Israel, Suporter Perancis Teriakan Duku...
- Uni Eropa: Kebijakan Israel Merusak Perdamaian
- Bahasa Arab, Bahasa yang Paling Cepat Berkembang d...
- WikiLeaks Ungkap Israel – Iran Terlibat Konflik Id...
- Putin : Kecurigaan Terhadap Iran Tak Berdasar
- Kebebasan Pers di Indonesia Dinilai Over Dosis
- Sekjen OKI: Bahaya Nyata Ancam Keberadaan Masjid A...
- Serial "Desperate Housewife" Dibuat untuk Melawan ...
- Tahanan Palestina Jadi Kelinci Percobaan
- Rabi Yahudi Israel Serukan Haram Jual Rumah pada N...
- Prancis Pun Siap Akui Negara Palestina Merdeka
- AS Mengakui Tak Mampu Bujuk Rezim Zionis
- Wikileaks: Pangeran Saudi Pernah 'usulkan' AS Serb...
- Kian Banyak Negara Amerika Latin Akui Kemerdekaan ...
- Setelah Brazil, Argentina Akui Negara Palestina
- Khawatir Pengaruh Wikileaks, Negara-Negara Teluk A...
- Gelombang Pengungsi Afrika Cemaskan Zionis Israel
- Palestina Bantu Israel Padamkan Kebakaran
- Pengakuan Brazil Atas Palestina Dikecam AS
- Wikileaks dan Logika Terbalik Para Pemimpin Arab
- Kebakaran Melanda, Rezim Zionis Meminta Bantuan In...
- Uni Parlemen Asia (APA) Kecam Nuklir Zionis
- Simbol Yahudi Ada di Atap Gedung Maskapai Iran, Ko...
-
▼
Desember
(49)
Diberdayakan oleh Blogger.
Konstributor
Entri Populer
-
Simbol yahudi di atap gedung Iran Air TEL AVIV- -Hasil citra satelit dari bandara Teheran yang berhasil diabadikan layanan Google Earth m...
-
Jakarta - Ketua 'Perayaan Hari Kemerdekaan Israel', Samuel Dahana mengaku sebagai Jemaat Gereja Kristen Jawa di Bandung. Ia khawati...
-
Damaskus - Israel merupakan satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir berdaya rusak tinggi, namun tidak pernah menda...
-
(Sahabatalaqsha.com ): Sejumlah orang Yahudi penduduk ‘Israel’ ternyata sudah belasan tahun memboikot produk-produk ‘dalam negeri’ merek...
-
Jember - Indonesia-Israel Public Affairs Committe (IIPAC) bergerak bawah tanah sejak berdirinya. Kelompok 'lobi pro-Israel' ini...
Followers