Dua tahun pasca Perang 22 Hari kemarin (Senin, 26/12) diperingati di Jalur Gaza, Palestina bersamaan dengan peringatan di seluruh dunia untuk mengenang dan menghormati para syahid dan korban agresi brutal militer rezim Zionis Israel.
Menurut laporan kantor berita al-Quds, hari-hari agresi brutal militer Israel selama Perang 22 Hari menyisakan kenangan pahit bagi warga Gaza dan tidak mungkin terhapus begitu saja dari benak warga tertindas itu. Dua tahun lalu, kira-kira jam menunjukkan pukul 11:30 tanggal 27 Desember 2008 lebih dari 80 jet tempur Zionis Israel menyerang kantong-kantong konsentrasi warga Gaza mulai dari utara hingga selatan Jalur Gaza. Serangan brutal itu telah menjadi noktah hitam yang menambah kejahatan dan kebuasan rezim penjajah ini. Sebuah kejahatan yang hanya dalam jangka waktu 15 menit telah merenggut nyawa ratusan warga Gaza.
Warga Palestina yang tinggal di Jalur Gaza dan pendukung mereka di seluruh dunia memperingati agresi brutal itu di tengah-tengah ancaman serangan baru rezim Zionis Israel. Peringatan dua tahun agresi brutal itu diselenggarakan di Jalur Gaza di sela-sela serangan parsial militer Zionis Israel yang semakin meningkat ke kawasan itu, sementara semua mengetahui betapa daerah ini diblokade dari segala arah.
Agresi brutal militer Zionis Israel ke Gaza yang dikenal dengan Perang 22 Hari Gaza dilakukan tepat hari Sabtu 27 Desember 2008. Perang ini berakhir tanggal 18 Januari 2009. Agresi brutal Zionis Israel ini dimulai lewat operasi serangan udara ke Jalur Gaza Sabtu pagi pukul 11:30 dengan disertai 80 jet tempur.
Serangan darat ke Jalur Gaza dilakukan Sabtu malam tanggal 3 Januari 2009 yang diikuti oleh 35 ribu pasukan. Di hari pertama perang sekitar 210 polisi dan warga Gaza yang tewas dan 23 markas polisi luluh lantak dihantam bom-bom Zionis Israel. Perang berakhir dengan menyisakan 1.417 syahid, 5.500 cidera, 3.350 rumah hancur total dan merusak total 27 masjid.
Rezim Zionis Israel dalam agresi brutalnya ini telah menembakkan 2.500 rudal ke Jalur Gaza. Jet-jet tempur Israel melakukan 2.500 kali serangan udara dan lebih dari satu juta kilogram bahan peledak dijatuhkan ke Jalur Gaza dan warga yang hidup di sana.
Tujuan dari agresi brutal militer Israel ke Jalur Gaza adalah menumbangkan pemerintahan pilihan rakyat yang dipimpin Hamas, menghancurkan sistem pelontar roket dan membebaskan Gilad Shalit, tentara Zionis yang ditawan Hamas. Tapi Israel tidak berhasil merealisasikan satupun dari tujuan yang ada ini. Tel Aviv mengklaim bahwa mereka sejak awal tidak punya tujuan seperti yang disebutkan itu.
Israel dalam agresi brutal 22 hari ke Jalur Gaza telah melakukan pembantaian massal seperti:
1. Membantai keluarga al-Samuni pada tanggal 13 Januari 2009 yang berakibat 30 orang gugur syahid.
2. Menyerang sekolah al-Fakhurah pada 06 Januari 2009 yang mengakibatkan syahidnya 46 siswa sekolah itu.
3. Kejahatan dalam membantai keluarga Nizar Rayyan pada 01 Januari 2009 yang berujung pada syahidnya 16 orang.
4. Kejahatan saat menyerang keluarga Samir Dib pada 06 Januari 2009 yang menewaskan 10 orang.
5. Membantai keluarga Ba'lusyah pada 30 Desember 2008 yang berakibat 5 orang gugur syahid.
sumber : republika
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Laman
Daftar
Archives
-
▼
2010
(67)
-
▼
Desember
(49)
- Pdt DR. Andreas A Yewangoe : “Dalam Kekristenan ad...
- Mantan Presiden Israel Perkosa 3 Wanita
- Zionis Israel sudah siap perang nuklir sejak 1980
- Ini Dia Kejahatan Zionis dalam Perang 22 Hari di Gaza
- Assange Bantah Wikileaks Bekerjasama dengan Israel
- Diskriminasi Zionis Israel terhadap Warga Palestina
- Bolivia Juga Akui Palestina Merdeka
- Norwegia Juga Akui Kemerdekaan Palestina !
- Otoritas Zionis Tolak Hormati Bantuan Palestina
- Vatikan: Bocoran WikiLeaks Tidak Bisa Dipercaya
- Jangan Biarkan Australia Cuci Tangan dari Kasus Mo...
- Pasukan Zionis Israel Serang Demonstran Anti Tembo...
- Sejarah: Kisah Muslim Albania Selamatkan Yahudi
- WikiLeaks Ungkap Campur Tangan Militer AS di Dunia...
- AS: Pengakuan Negara Palestina Gegabah
- Nah Lho, 100 Ribu Siswa Israel Mengidap Penyakit Jiwa
- Dukungan Rabi Untuk Rasisme Zionis Israel Meningkat
- Wikileaks: Myanmar Diam-Diam Bangun Lokasi Nuklir
- Wawancara dengan Menteri Luar Negeri Palestina Ria...
- 31 Mei 2010 Diserbu, 31 Mei 2011 Mavi Marmara Berl...
- Wikileaks : Pesta Liar Keluarga Kerajaan Saudi Diu...
- Mesir Minta AS Hentikan Permainkan Palestina
- Mikroorganisme Spesifik Lokasi Untuk Mempercepat P...
- Oleh : FUAD AFFANDIMengapa bingung dengan harga pu...
- AS Tuduh Cina Tak Bermoral di Afrika
- Markas Wikileaks Dibawah Tanah
- Hadapi Tim Israel, Suporter Perancis Teriakan Duku...
- Uni Eropa: Kebijakan Israel Merusak Perdamaian
- Bahasa Arab, Bahasa yang Paling Cepat Berkembang d...
- WikiLeaks Ungkap Israel – Iran Terlibat Konflik Id...
- Putin : Kecurigaan Terhadap Iran Tak Berdasar
- Kebebasan Pers di Indonesia Dinilai Over Dosis
- Sekjen OKI: Bahaya Nyata Ancam Keberadaan Masjid A...
- Serial "Desperate Housewife" Dibuat untuk Melawan ...
- Tahanan Palestina Jadi Kelinci Percobaan
- Rabi Yahudi Israel Serukan Haram Jual Rumah pada N...
- Prancis Pun Siap Akui Negara Palestina Merdeka
- AS Mengakui Tak Mampu Bujuk Rezim Zionis
- Wikileaks: Pangeran Saudi Pernah 'usulkan' AS Serb...
- Kian Banyak Negara Amerika Latin Akui Kemerdekaan ...
- Setelah Brazil, Argentina Akui Negara Palestina
- Khawatir Pengaruh Wikileaks, Negara-Negara Teluk A...
- Gelombang Pengungsi Afrika Cemaskan Zionis Israel
- Palestina Bantu Israel Padamkan Kebakaran
- Pengakuan Brazil Atas Palestina Dikecam AS
- Wikileaks dan Logika Terbalik Para Pemimpin Arab
- Kebakaran Melanda, Rezim Zionis Meminta Bantuan In...
- Uni Parlemen Asia (APA) Kecam Nuklir Zionis
- Simbol Yahudi Ada di Atap Gedung Maskapai Iran, Ko...
-
▼
Desember
(49)
Diberdayakan oleh Blogger.
Konstributor
Entri Populer
-
Simbol yahudi di atap gedung Iran Air TEL AVIV- -Hasil citra satelit dari bandara Teheran yang berhasil diabadikan layanan Google Earth m...
-
Jakarta - Ketua 'Perayaan Hari Kemerdekaan Israel', Samuel Dahana mengaku sebagai Jemaat Gereja Kristen Jawa di Bandung. Ia khawati...
-
Damaskus - Israel merupakan satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir berdaya rusak tinggi, namun tidak pernah menda...
-
(Sahabatalaqsha.com ): Sejumlah orang Yahudi penduduk ‘Israel’ ternyata sudah belasan tahun memboikot produk-produk ‘dalam negeri’ merek...
-
Jember - Indonesia-Israel Public Affairs Committe (IIPAC) bergerak bawah tanah sejak berdirinya. Kelompok 'lobi pro-Israel' ini...
Followers
Tidak ada komentar:
Posting Komentar