Tampilkan postingan dengan label Anak-Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anak-Anak. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Juli 2011

Ribuan Anak-anak Gaza Pecahkan Rekor Layang-layang

Gaza: Lebih dari 15 ribu layang-layang menutupi langit Gaza saat ribuan anak-anak Gaza meramaikan pemecahan rekor dunia bermain layang-layang. Pemecahan jumlah terbanyak itu digelar dalam acara Summer Games di pantai utara Gaza.

Anak-anak itu berdiri di sepanjang Pantai Gaza dan bermain layang-layang secara bersamaan. Mereka mencoba memecahkan rekor bermain layang-layang dengan pemain terbanyak. Rekor sebelumnya dipegang China yang diraih pada April, yaitu sebanyak 10.465 layang-layang.

Sekitar jam enam sore setelah semua layang-layang memenuhi langit Gaza, pihak penyelenggara mengumumkan jumlah sementara adalah 13 ribu layang-layang. Untuk jumlah akhir akan diumumkan pada Jumat (29/7) waktu setempat.

Ini merupakan pemecahan rekor dunia yang ketujuh kalinya bagi anak-anak Gaza dalam dua tahun terakhir. Ini merupakan kegiatan yang dilakukan Perserikatan Bangsa-bangsa, khususnya UNRWA (United Nations Relief and Work Agency) dalam menyediakan hiburan musim panas bagi ratusan ribu anak-anak di jalur Gaza sambil menarik perhatian dunia terhadap dampak blokade Israel.(DOR)

Rabu, 13 April 2011

Anak-anak Dibantai, Ini Dia Bukti Kebiadaban Zionis Israel

    
infopalestina
Anak-anak Dibantai, Ini Dia Bukti Kebiadaban Zionis Israel
Anak-anak korban kebiadaban Israel

REPUBLIKA.CO.ID,GAZA--Dengan sombongnya para pemimpin Zionis mengatakan, tidak ada pengecualian bagi siapapun yang tinggal di Gaza. Pernyataan mereka diikuti dengan langkah nyata dengan membantai anak-anak, wanita dan rumah-rumah warga sipil, untuk menegaskan pada dunia, sejauh mana kebiadaban mereka yang telah menguasai akal serta hati mereka. Anak-anak yang masih bau kencur, dibabat habis dengan rudal serta roket, tak disisakan sedikitpun.


Menurut data resmi yang berhasil dilansir pusat informasi Palestina dari komite emergency Palestina menyebutkan, jumlah syuhada yang gugur sejak awal tahun ini mencapai 50 orang. Tujuh diantaranya adalah anak-anak di bawah tujuh tahun. Sementara yang terluka mencapai 185 orang, 40 di antaranya adalah anak-anak atau setara dengan 40 % dari jumlah yang terluka.

Jubir komite emergency Palestina, Adham Abu Salmiyah dalam pernyataanya pada pusat informasi Palestina menjelaskan, jumlah syuhada yang meninggal dalam agresi Zionis terakhir mencapai 18 orang. Satu di antaranya anak yang sedang bermain bola di lapangan, Mahmud Al-Jarwa.

Kemudian Abu Salmiyah menceritakan tentang kejahatan nyata Zionis terhadap anak-anak, terutama dalam agresinya terakhir. Kejahatan mereka terhadap anak-anak bukan hanya terjadi pada keluarga Al-Halawi dimana tiga bocah yang masih bau kencur gugur syahid, diterjang rudal Zionis yang membuat tubuh mereka tercerai-cerai berai, disebelah timur Syujaeya.

Sebagaimana terjadi pada Mahmud All-Jarwa yang sedang main bola di depan rumahnya, tiba-tiba diterjang rudal Zionis hingga tubuhnya hancur berantakan.

Jubir emergency ini meminta masyarakat internasional untuk bergerak secepatnya menyelamatkan anak-anak Palestina dari kebiadaban agresi Zionis. Karena tindakan mereka jelas-jelas bertentangan dengan semua undang-undang internasional dan kesepakatan Jenewa ke 4.


Perang Al-Furqan
Pada perang Al-Furqan yang digelar di Gaza telah menewaskan 1440 syuhada, 420 syuhada terdiri dari anak-anak dibawah umur, 105 wanita serta 110 usia senja dan manula 60 tahunan lebih.

Dalam agresinya tersebut, Zionis membantai 14 petugas medis dan melukai 5500 orang. 1600 diantaranya adalah anak-anak, kebanyakanya luka bakar, akibat bom phospore yang dilarang di dunia internasional. Sementara  rumah yang hancur akibat serangan ini mencapai 20 ribu unit. 4000 diantaranya rata dengan tanah.

Tinggal satu pertanyaan, apakah dunia masih perlu pada data yang lainnya untuk menjelaskan kejahatan Zionis terhadap hak sipil Palestina, terutama anak-anak dan wanita, agar mereka mau bergerak menghentikan kejahatan Zionis?
Redaktur: Krisman Purwoko
Sumber: info palestina

Selasa, 12 April 2011

Wuih, Thuram Main Bola Bersama Anak-Anak Palestina !


Wuih! Lilian Thuram Latih Bocah-bocah Palestina Bermain Bola
New York: Mantan pemain sepak bola legendaris dunia asal Perancis, Lilian Thuram, Senin (11/4) memberikan pelatihan sepak bola sekaligus memperlihatkan keahliannya mengocek bola kepada anak-anak Palestina.

Menurut keterangan pusat media Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, kesempatan berbagi keahlian mengolah bola itu diberikan Thuram kepada anak-anak sekolah Palestina ketika mengunjungi wilayah Palestina yang diduduki Israel.

Kedatangan Thuram di Palestina merupakan upaya mendukung program pendidikan yang didanai Perancis melalui badan bantuan PBB untuk pengungsi Palestina, yaitu "UN Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA)".

Juru bicara UNRWA, Chris Gunness, menyatakan kegembiraannya atas kedatangan Thuram dan berterima kasih kepada Federasi Sepak Bola Palestina dan Pemerintah Perancis yang membawa Lilian berkunjung ke Palestina.

"Lilian adalah legenda hidup sepak bola. Bagus sekali anak-anak sekolah UNRWA punya kesempatan dilatih oleh dia dan menyaksikan keahliannya yang luar biasa itu secara langsung," kata Gunness.

Saat berada di Palestina, Thuram mendatangani kamp pengungsi Qalandia di Tepi Barat dan melihat kehidupan anak-anak Palestina yang berada di bawah pendudukan Israel.

Mantan pemain belakang di tim sepak bola nasional Perancis itu kemudian meneruskan perjalanannya dengan mengunjungi sebuah sekolah yang didirikan UNRWA.

Di sekolah UNRWA, Thuram berkesempatan menjalankan peranan sebagai wasit dalam pertandingan sepak bola antar-pemuda.

Sebelum 'kick-off', mantan pesepakbola berkulit hitam asal Prancis itu ikut menarikan tarian tradisional "dabke dance" bersama ratusan murid sekolah yang berkumpul menjelang pertandingan dimulai.

Thuram mengatakan kunjungannya ke Palestina tersebut selain memberikan pengetahuan bagi dirinya sendiri, juga merupakan kesempatan untuk bergembira bersama anak-anak Palestina.

"Saya sudah banyak mendengar tentang anak-anak Palestina dan lingkungan di mana mereka tumbuh. Hari ini saya melihat secara langsung bahwa di tengah kesulitan, mereka memiliki semangat dan tekad untuk berhasil," kata Thuram.

Lilian Thuram, kelahiran Guadeloupe pada 1 Januari 1972, telah berkali-kali tampil memperkuat tim sepak bola nasional Perancis pada berbagai ajang internasional, termasuk ketika Perancis keluar sebagai juara Piala Dunia 1998 dan Euro tahun 2000.

Ia juga pernah bermain dengan klub-klub utama Eropa seperti FC Barcelona, Parma dan Juventus.(Ant/RIZ)


sumber : metro

Rabu, 30 Maret 2011

Anak-anak Gaza: ‘Jangan Ada Perang Lagi’


Organisasi dana bantuan kemanusiaan Turki, IHH, mendaulat anak-anak Gaza menjadi pembicara dalam sebuah konferensi yang digelar hari Senin di Istanbul.
Konferensi ini diadakan di tengah bertubi-tubinya gempuran militer Zionis ke Gaza yang sejauh ini telah meminta banyak korban nyawa, yang sebagian besarnya adalah anak-anak.
Anak-anak Gaza hadir dalam acara tersebut untuk mengungkapkan bahwa mereka tidak mau ada perang lagi dan untuk mengirimkan pesan perdamaian dan persaudaraan kepada dunia.
Di Gaza mereka tidur “ditemani”oleh suara tank-tank dan jika bangun yang didengar adalah suara dentuman senjata. Salah satu dari mereka, Mohammad Bashir Saleh, menuturkan ia kehilangan banyak temannya saat Gaza diserang Zionis 2 tahun lalu, dan banyak di antara temannya yang dipenjarakan oleh Zionis.
IHH menyatakan kepada media, “Saat anak-anak Gaza ini bertolak ke Turki serangan (Zionis) telah dimulai lagi ke Gaza, mereka membunuh puluhan orang, sebagian besarnya anak-anak. Anak-anak ini datang ke Turki sebagai tamu dan keluar dari Gaza ini untuk pertama kalinya dalam hidup mereka, dan beberapa hari lagi harus kembali ke negeri mereka. Kita tidak mau lagi ada anak yang dibunuh di belahan bumi manapun.” (EZ/ Sahabat Al-Aqsha)

Jumat, 26 November 2010

Ya Ampun, Serdadu Israel Seret Bocah Palestina Hingga Patah Tulang

Ya Ampun, Serdadu Israel Seret Bocah Palestina Hingga Patah Tulang
Bocah Palestina
ALQUDS - Rabu sore (24/11), seorang bocah Palestina Adam nshur Rasyq dari Silwan, al Quds, terluka patah tulang akibat tindakan brutal pasukan penjajah Zionis Israel terhadapnya, hingga mengalami patah tulang di tangan dan kaki serta luka lainnya. Saat memberikan keterangan di rumah sakit kepada para wartawan al Quds, ayah korban menegaskan bahwa pasukan penjajah Zionis Israel mengejar ananya yang berusia 7 tahun.

Setelah tertangkap anaknya dipukuli dan diseret secara brutal hingga mengalami patah tulang di tangan dan kaki. Tidak hanya itu, anaknya yang masih kecil itu kemudian dilempar di pinggir jalan dan ditinggalkan begitu saja.

Sementara itu ketua komite pembela tanah Silwan, Fakhri Abu Diyab, mengatakan bahwa korban mengalami sejumlah patah tulang. Para dokter di rumah sakit sedang melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap korban karena dia terus berteriak kesakitan. Ini menegaskan adanya luka lain di tubuh korban selain patah tulang di tangan dan kaki.

Abu Diyab mengecam tindakan brutal pasukan penjajah Zionis Israel yang berusaha memaksakan karismanya terhadap anak-anak yang masih berusia 7 tahun. Dia menemabahkan, “Saya tidak membayangkan, akal macam apa yang digunakan berpikir oleh brigade militer Israel yang bersenjata lengkap dan sangat kuat saat memburu anak-anak kecil kemudian menyeret dan memukulinya dan selanjutnya melemparnya di pinggir jalan.”

sumber : republika

Entri Populer

Followers