Minggu, 04 September 2011

Ketika Merah Putih Berkibar di Bumi Gaza

Ketika Merah Putih Berkibar di Bumi Gaza
Bendara Merah Putih berkibar di tembok RSI yang tengah dibangun di Jalur Gaza.

Pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Jalur Gaza, Palestina, saat ini telah mencapai 30 persen. Dan bendera Merah Putih pun berkibar di tembok RSI yang terletak di Distrik Bait Lahiya, Gaza Utara tersebut.

Sejumlah televisi asing maupun lokal, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), organisasi-organisasi kemanusiaan hingga para pejabat Gaza, silih berganti berkunjung ke lokasi RSI.

"Alhamdulillah, setelah dua bulan berlalu, pembangunan RSI di Jalur Gaza sampai saat ini, per tanggal 21 Juli 2011 sudah mencapai 30 persen lebih," kata Ketua MER-C Cabang Gaza, Abdillah Onim, dalam surat elektronik yang dikirimkannya ke Republika.co.id, Senin (25/7).

Saat ini, kata Abddillah, tahap pembangunan meliputi penggalian dan pengecoran fondasi, basement, pembangunan tembok beton dinding basement dan insulation. "Sampai saat ini, proses pembangunan RSI lancar-lancar saja. Dan tidak ada kendala sama sekali, baik dari segi pengerjaan maupun dari segi ketersediaan material," ungkapnya.

Seluruh relawan MER-C Indonesia di Jalur Gaza berharap kondisi seperti ini tetap berlangsung dan tidak ada perubahan sama sekali. Satu-satunya yang cukup memberatkan tim relawan maupun para pekerja adalah cuaca yang agak ekstrem. Maklum, saat ini telah memasuki musim panas. Di siang hari, suhu di Jalur Gaza bisa mencapai 40-45 derajat Celcius.

Beberapa waktu lalu, MER-C kembali mengirim relawannya ke Gaza untuk mengawasi jalannya pembangunan RSI. Mereka adalah dua orang teknisi dan insinyur; Ahmad Fauzi dan Wahyuddien.

Menurut Abdillah, proses pembangunan RSI akan bertepatan dengan bulan Suci Ramadhan yang kali ini terjadi di musim panas. "Walau dalam keadaan menjalankan ibadah puasa, terpanggang terik panas matahari ditambah perut kosong, relawan MER-C akan tetap bertekad melanjutkan pekerjaan pembangunan RSI," ujarnya.

Abdillah tak henti-hentinya menyampaikan ucapan terima kasih kepada warga Indonesia yang telah berpartisipasi dalam merealisasikan pembangunan RSI di Jalur Gaza.

"Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Pintu keberkahan akan dibuka seluas-luasnya oleh Sang Khalik. Maka dari itu kami mengimbau kepada para dermawan, donatur dan seluruh masyarakat Indonesia agar bersedia menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu kelanjutan pembangunan RSI," harap Abdillah.

MER-C Cabang Gaza juga mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1432 H kepada seluruh umat Islam di Tanah Air. "Kami mohon maaf lahir dan batin. Semoga di bulan suci ini Allah SWT membukakan pintu keberkahan buat kita semua dan amal ibadah kita diterima oleh-Nya," pungkas relawan asal Galela, Maluku ini.


sumber: republika

Legalkan Blokade 'Israel', PBB Dikecam Liga Arab

Bela Aksi Brutal Israel, PBB Dikecam Liga Arab

Asisten Sekretaris Jenderal Liga Arab Urusan Palestina, Mohamed Sobeih, Sabtu (3/9), mengecam laporan PBB mengenai serangan Israel terhadap armada kapal bantuan menuju Jalur Gaza. Karena, PBB memandang blokade Israel atas wilayah Palestina itu sebagai "sah".

Sobeih, yang mencap laporan PBB tersebut sebagai bias, mengatakan itu menandai reputasi PBB dan mendorong serangan serta perang. Demikian laporan kantor berita resmi Mesir MENA.

"Setiap orang tahu mengenai situasi di Jalur Gaza. Anak-anak dan orang lain menemui ajal akibat kekurangan obat gara-gara pengepungan. Israel telah menggunakan segala jenis senjata terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza," kata Sobeih.

Pada 31 Mei 2010, personel pasukan komando angkatan laut Israel melancarkan serangan terhadap rombongan bantuan enam kapal sipil di perairan Laut Tengah dalam perjalanan menuju Jalur Gaza, yang menghadapi blokade.

Delapan warga negara Turki dan seorang remaja Amerika-Turki tewas. Sebanyak 40 orang lainnya cedera di kapal Mavi Marmara. "Keputusan Israel untuk menaiki kapal tersebut dengan kekuatan sebesar itu dalam jarak yang jauh dari zona blokade dan tanpa peringatan terakhir sebelum mereka menaiki kapal adalah berlebihan dan tak beralasan," kata laporan PBB tersebut.

Namun, laporan itu juga mensahkan serangan militer Israel terhadap kapal sipil di perairan internasional. Laporan itu disusun oleh panel empat anggota yang terdiri atas mantan perdana menteri Selandia Baru Geoffrey Palmer, mantan presiden Kolombia Alvaro Uribe, warganegara Israel Joseph Alvaro dan warga Turki Ozdem Sanberk.

Jumat, 02 September 2011

Skenario "Serangan September" Zionis ke Tepi Barat dan Yerusalem

Rezim zionis Israel dengan dukungan kelompok-kelompok ekstrimis sayap kiri, diam-diam melakukan persiapan untuk melakukan serangan terhadap warga Palestina bulan September mendatang.

Persiapan "perang" itu dilakukan sebagai respon atas upaya yang dilakukan Otorita Palestina dalam Sidang Umum PBB bulan September mendatang, untuk mendapatkan pengakuan Palestina sebagai negara dan menjadi anggota penuh di PBB seperti negara-negara lainnya.

Rezim zionis dan kelompok-kelompok ekstrimis sayap kiri di Israel memutuskan untuk membekali para pemukim Yahudi yang tinggal di pemukiman-pemukiman ilegal di wilayah Palestina, dengan granat dan gas air mata. Mereka disiapkan untuk menyerang warga Palestina dengan strategi "anak-anak (Yahudi Israel) melawan anak-anak (Palestina), perempuan lawan perempuan."

Selama ini, orang-orang Yahudi Israel yang tinggal di pemukiman-pemukiman ilegal di wilayah Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem, hampir setiap hari melakukan aksi-aksi kekerasan terhadap warga Palestina. Banyak pemukim Yahudi ilegal itu yang memiliki senjata dan sudah terlatih untuk menghadapi situasi "bertempur" dengan warga Palestina.

Sedikitnya lebih dari setengah juta senjata otomatis dimiliki oleh para pemukim Yahudi ilegal dan karena memiliki senjata, praktis mereka juga memiliki amunisi yang jumlahnya tak terbatas.

Sejumlah organisasi pemukim Yahudi fundamentalis mengakui bahwa mereka sudah melakukan persiapan untuk melakukan serangan ke sejumlah wilayah Palestina, sejak bulan Agustus kemarin. Dan serangan-serangan itu sejatinya sudah mereka lakukan untuk mencegah upaya yang dilakukan Otorita Palestina di PBB.

Kelompok-kelompok Yahudi fundamentalis itu sudah menyiapkan skenario untuk melakukan konfrontasi saling berhadap-hadapan dengan warga Palestina dengan target menimbulkan jumlah korban sebanyak mungkin di pihak warga Palestina.

Tokoh-tokoh Yahudi ekstrimis yang menjadi "dalang" rencana serangan itu antara lain anggota parlemen Israel Michael Ben-Ari dari Partai Persatuan Nasional yang berhaluan garis keras, serta sejumlah organisasi pemukim Yahudi ekstrimis seperti Hilltop Youth Movement, gerakan Kahane Chai dan tentu saja Menlu Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman.

Rencana "Serangan September" Israel ke Palestina tertuang dalam sebuah dokumen setebal delapan halaman. Dalam dokumen itu disebutkan pula operasi serangan ke kota-kota sampai ke desa-desa Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem, dengan slogan "Mari transformasikan (bulan) September dari sebuah ancaman menjadi sebuah peluang sejarah untuk mengubah aturan permainan."

Surat kabar Israel Haaretz juga membocorkan sebuah dokumen yang menyebutkan bahwa militer zionis sudah mendistribusikan peta dimana dalam peta itu, pemukiman-pemukiman Yahudi ditandai dengan garis merah. Dokumen itu menginstruksikan tentara-tentara zionis untuk menembak di bagian kaki, jika ada warga Palestina yang dianggap terlalu dekat dengan kawasan pemukiman Yahudi.

Instruksi tersebut tidak membedakan apakah warga Palestina yang dianggap mendekati pemukiman sedang melakukan aksi damai. (aisyah/im)

Sabtu, 20 Agustus 2011

Akibat Serangan Zionis, RSI di Gaza Nyaris Jadi Korban

Akibat Serangan Israel, RSI di Gaza Nyaris Jadi Korban


Di tengah kekhusyukan rakyat Gaza menjalankan ibadah bulan Ramadhan, Zionis Israel kembali menunjukkan kebiadabannya dengan melancarkan sejumlah serangan ke Jalur Gaza.

Beberapa serangan bahkan terjadi di dekat lokasi pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Bait Lahiya, dan juga dekat posko MER-C Indonesia di Kota Gaza. Pesawat-pesawat tanpa awak dan jet-jet tempur Israel tampak berterbangan di langit Gaza. Sirine ambulans pun mengaung silih berganti untuk mengevakuasi para korban.

"Total korban akibat serangan brutal Israel dalam beberapa hari terakhir ke Gaza diperkirakan sudah mencapai 15 orang dan menyebabkan 30 orang lainnya mengalami luka berat. Para korban dilarikan ke Rumah Sakit Asy-Syifa," ungkap Ketua MER-C Gaza, Abdillah Onim, dalam surat elektronik yang dikirimkan ke Republika.co.id, Sabtu (20/8).

Dillah menuturkan, Jum'at (19/8) sekitar pukul 00.01 WIB atau Kamis pukul 19.00 waktu Gaza, Israel juga melancarkan serangannya ke wilayah Rafah, selatan Gaza. Serangan ini mengakibatkan enam orang yang terdiri dari anak-anak dan orang dewasa tewas. Serangan Israel juga menghancurkan rumah-rumah penduduk di wilayah tersebut.

Tidak hanya itu, beberapa saat kemudian hantaman bom-bom Israel kembali terdengar. Kali ini suara dan getarannya lebih jelas. "Ternyata ada dua bom lagi yang dijatuhkan Israel tidak jauh dari posko MER-C di Gaza. Serangan Israel ini mengenai markas polisi yang berada di dekat posko MER-C, tempat para relawan MER-C Indonesia selama ini tinggal di Gaza," tutur Dillah.

Pagi tadi, Sabtu (20/8), sekitar pukul 06.45 WIB, situasi di beberapa wilayah Gaza masih terus memanas.

Sehari sebelumnya, Jumat (19/8), lima menit sebelum berbuka puasa di Gaza, tiba-tiba terdengar suara ledakan yang begitu kencang. Ketika itu Abdillah dan istrinya yang berkewarganegaraan Palestina, sedang dalam perjalanan menuju kota Jabaliya (Gaza Utara) memakai kendaraan umum.

Ketika mereka tiba di Jabaliya, seorang sahabat menghampiri mereka dan berpesan agar berhati-hati, karena beberapa menit yang lalu Zionis Israel baru saja menembakkan roketnya ke daerah Bait Lahiya (Bundaran Syeikh Zaed) dan menewaskan satu orang.

Informasi ini tentu cukup mengagetkan, karena lokasi kejadian hanya berjarak sekitar 30 meter dari lokasi pembangunan RSI. Serangan ini juga disiarkan di radio lokal. "Untunglah pada saat kejadian tersebut, aktifitas pembangunan RSI sedang libur karena memang hari Jum'at," kata Dillah.

Menyusul serangan Israel tersebut, pejuang Gaza dikabarkan melakukan serangan balasan ke Israel yang menyebabkan empat warga Israel tewas. Kemungkinan setelah ini akan ada serangan balasan lagi dari Israel ke Gaza.

"Mohon doa dari seluruh rakyat Indonesia agar rakyat Gaza bisa menyelesaikan bulan suci Ramadhan dengan tenang dan damai hingga tibanya hari kemenangan. Semoga Zionis Israel juga tidak mengganggu aktiftas pembangunan RSI, amanah dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina. Dan aktifitas pembangunan ini tetap bisa berjalan seperti biasa," harap Dillah.

Terkait situasi Gaza yang memanas, Dillah juga mengingatkan seluruh relawan Indonesia dan relawan lokal agar tidak datang ke lokasi RSI terlalu pagi. Dan segera meninggalkan lokasi dan mengamankan diri di dalam rumah atau posko apabila terjadi sesuatu.


sumber: republika

Kamis, 11 Agustus 2011

"Iran Coba Picu Perang Hamas-Israel Demi Rezim Suriah"


Surat kabar Strategy Page menyebutkan bahwa Iran sedang mencoba untuk memicu perang antara Hamas Palestina dan Israel. Ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad agar bisa memanfaatkan situasi perang itu demi mempertahankan otoritasnya menghadapi pemberontakan rakyat.

Surat kabar tersebut mengatakan bahwa Iran telah mencoba untuk menciptakan komunikasi dengan Hamas. Iran juga telah membentuk kelompok-kelompok militan kecil yang loyal kepadanya di Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Strategy Page juga menambahkan bahwa Iran telah bersedia untuk melakukan apa saja untuk meringankan tekanan terhadap rezim Suriah.

Iran akan menggunakan kelompok-kelompok yang loyal kepadanya itu untuk mengintensifkan serangan roket kepada Israel, yang dengan demikian diharapkan akan memicu pecahnya perang antara Hamas dan Israel. Meski nanti konflik yang terjadi antara Hamas dan Israel itu pendek, namun ini sudah cukup membantu mengurangi tekanan internasional terhadap rezim Suriah.

Iran memang memiliki kepentingan besar terhadap rezim al-Assad di Suriah.*


sumber: hidayatullah.com

Entri Populer

Followers