Jumat, 28 Januari 2011

Wawancara Dengan Ketua Indonesian Jewish Community (IJC), Yaacov Baruch.




Bulan Desember 2010 lalu Hidayatullah Media melakukan safari jurnalistik ke beberapa daerah di Sulawesi Utara (Sulut). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat dari dekat pengaruh Yahudi di daerah yang didominasi umat Nasrani tersebut.

Sebelumnya, diberitakan pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, Sulut, telah membangun sebuah menara Yahudi (menorah) setinggi 19 meter di kaki Gunung Klabat. Menorah itu merupakan yang terbesar di dunia, dibandinkan dengan menorah serupa di Gedung Parlemen Israel, Knesset, yang hanya setinggi lima meter.

Selain menorah, hal-hal berbau dukungan terhadap Israel juga mudah ditemukan di daerah Minahasa ini. Seperti lambang Bintang Daud yang bisa ditemukan di bus-bus dan angkutan kota, bendera Israel di pangkalan ojek, dan sebagainya. Sinagog, rumah ibadah Yahudi pun ada di daerah ini.


Dalam kesempatan itu, Hidayatullah Media juga melakukan wawancara dengan Ketua Indonesia Jews Community, Yaacov Baruch. Berikut kutipan wawancara wartawan Hidayatullah Media, Surya Fachrizal dengan Yaacov, yang juga menjadi dosen di Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi, Manado, seperti dikutip dari majalah Suara Hidayatullah edisi Januari 2011.


Bagaimana keturunan Yahudi di Manado bisa berkumpul?

Kita kenalnya dari marga. Keturunan-keturunan Yahudi di Indonesia berasal dari Belanda dan Irak. Tapi untuk pengetahuan, mereka sudah tidak tahu sama sekali ajaran Yahudi.

Di keluarga, cuma saya saja yang getol mendalami ajaran Yahudi. Dan, ketika kita kumpulkan, ternyata mereka banyak yang Kristen, ada yang Muslim, ada yang Buddhis.


Apakah Yahudi punya tujuan mencari pengikut di negeri ini?

Dalam Judaisme, kita tidak boleh mengajak orang masuk ke agama kita. Itu sangat diharamkan oleh rabbi-rabbi. Dalam aturan Yahudi, halacha, kita disuruh menolak orang yang mau masuk ke Yahudi sampai tiga kali.

Kalau ada orang non-Yahudi bilang ke rabbi kalau dia ingin jadi Yahudi, dia akan ditanya, untuk apa? Kamu akan menjadi gila. Kamu orang bebas, untuk apa mau jadi orang yang paling dibenci, paling dikutuk oleh dunia.
Jadi sebenarnya, orang Yahudi itu menganggap konyol jika ada orang non-Yahudi mau menjadi Yahudi.


Harapan Anda sebagai Yahudi terhadap pemerintah Indonesia?

Saya ingin seperti di Iran. Iran itu sangat anti Israel, dia anti sekali zionisme. Tetapi dia melindungi warga Yahudi di negaranya. Karena kita Yahudi, tidak mau disamakan dengan zionisme. Kita lahir di Indonesia, apa urusannya dengan negara Israel. Tidak semua Yahudi mendukung zionisme.

Justru yang berbahaya itu gerakan Zionis Kristen, seperti yang banyak terdapat di Amerika. Mereka yang sangat mendukung berdirinya negara Yahudi Israel di Palestina.

Mengapa mereka bisa seperti itu?

Karena mereka percaya semakin cepat membuat orang-orang Yahudi pulang (ke Jerusalem), maka Yesus Kristus itu cepat datang .

Apakah anda mendukung Zionisme?

Tolong digarisbawahi, Judaisme itu berbeda dengan Zionisme. Zionisme adalah gerakan politik dari orang Yahudi sekuler yang mau membangun negara Israel raya. Sedangkan rabbi-rabbi ortodoks menentang pendirian negara Yahudi, dan mengatakan kita bisa beragama di mana saja.

Para rabbi ortodoks mengatakan, kembalinya orang Yahudi ke Israel menunggu datangnya messias. Jangan kita mendahului messias.


Siapa yang dimaksud Mesias?

Mesias adalah seorang Yahudi yang diurapi oleh Tuhan, yang akan datang untuk membawa seluruh orang Yahudi  pulang ke tanah Israel dan membangun Bait Suci ketiga di Jerusalem. 

Apakah sama dengan kedatangan mesias versi Kristen?

Bangsa Yahudi percaya bahwa Mesias adalah manusia. Kristen percaya Tuhan dan Mesias adalah satu karakter dalam diri Yesus Kristus. 


Dalam ajaran Yahudi dikatakan, selain Yahudi adalah goyim atau gentiles. Setelah memeluk Yahudi, bagaimana pandangan anda terhadap non-Yahudi, khususnya kepada orang tua Anda?

Iya. Dalam ajaran Yahudi ada istilah Yehudim dan Goyim. Goyim artinya bangsa-bangsa di luar Yahudi. Kalau diartikan ke bahasa Arab artinya kafir. Tetapi orang Yahudi tidak menganggap goyim untuk didakwah atau untuk dibenci.

Khusus kepada bangsa Arab atau Muslim, orang Yahudi menyebutnya dengan denai (anak-anak) dodim (sepupu, cousins). Dengan kata lain, mereka ada sepupu. * 


Bagaimana dengan ajaran kabbalah dalam Judaisme yang sering dipandang sebagai aliran penyembah setan?

Kabbalah adalah hal-hal di dalam Judaisme yang menyangkut hubungan pribadi kita dengan Tuhan. Saya sendiri tidak bisa jelaskan secara jelas. Karena ada tiga syarat untuk kabbalah. Pertama, Yahudi, kedua sudah menikah, ketiga, usia minimal 40 tahun.

Jadi kabbalah-nya Madonna, dan lain-lain itu kabbalah yang ngarang bukan Judaisme asli.

Babagaimana dengan Freemasonry?

Freemasonry ataupun Illuminati itu dari Katolik. Saya bisa jamin seratus persen hal itu bukan dari Judaisme. Kalau pun ada orang Yahudi di sana, tapi ada juga dari Katolik dan Protestan.

Bagaimana dengan buku-buku tentang Freemasonry yang selalu mengaitkan Yahudi di dalamnya?

Dia sama sekali bukan cabang dari Judaisme, dan tidak ada unsur religius Judaisme. Saya baca buku-buku itu sampai stres juga. Ini sudah fitnah seribu persen.

Bagaimana dengan teori konspirasi dari protokol zionis yang disusun tokoh pendiri negara Israel, Theodore Herzl?

Menurut pengalaman saya pribadi, setelah sebelas tahun hidup dengan orang-orang Yahudi ortodoks, hal seperti itu tidak ada. Lagi pula Herzl itu kan sekuler, dia tidak sunat. Dia banyak membantah rabbi-rabbi. Dia juga yang membantah 150 rabbi dari Amerika dan Kanada sewaktu menggagas negara Israel.


IJC itu organisasi seperti apa?

IJC seperti paguyuban saja. Seperti paguyuban masyarakat Sunda, dan lain-lain. Kita paham Yahudi tidak diakui sebagai agama di Indonesia. Jadi kita tidak bisa bertindak secara formal untuk membuat yayasan atau sekolah Yahudi di sini.

Anggotanya berapa?

Anggotanya keturunan Yahudi di Indonesia. Di Manado ini, keturunan Yahudi ada 200 hingga 300 orang. Tetapi tidak semuanya Yahudi, ada yang Kristen.


Apa motivasi Anda memeluk agama Yahudi?

Pertama, karena saya diberitahu saya keturunan Yahudi. Dan saya ingin memelihara akar Yahudi yang ada dari garis keturunan Ayah dan Ibu saya.

Pada awalnya bagaimana anda belajar tentang Judaisme?

Saat saya SMA, tahun 1999. Saat itu tidak ada rabbi atau sinagog di Manado. Saya banyak belajar di internet, lalu teman-teman yang saya kenal via internet juga banyak membantu mengirimkan buku-buku.

Di mana anda mendapatkan pengakuan menjadi seorang Yahudi?

Di Israel. Saya pertama kali ke sana tahun 2009. Saya membawa dokumen-dokumen yang diperlukan, seperti akta lahir, foto-foto, dsb. Data-data tersebut kemudian dicocokkan di Museum Diaspora.

Dari mana Anda mendapat gelar rabbi dan sejak kapan?

Sebelumnya saya masuk semacam seminari Yahudi di Singapura dan Israel. Pada tahun 2004  beberapa rabbi dari Israel datang ke Indonesia. Karena  saya yang urus sinagog maka mereka menunjuk saya sebagai rabbi.

Sejak kapan Sinagog di Tondano dibuat, dapat dana dari mana?

Sinagog itu dibuat pada tahun 2004. Ada keluarga saya dari Belanda yang tahu aktivitas saya kemudian menawarkan untuk membiayai pembuatan sinagog. Mereka keluarga Kristen, bukan Yahudi. Karena orang Kristen percaya, kalau memberkati Yahudi maka akan mendapat berkat.


Yahudi dan Kristiani sama-sama percaya terhadap kitab Perjanjian Lama?

Bagi Yahudi, itu memang kitab suci. Kita tetap memakainya, Kristen yang tidak pakai. Kalau dia pakai Perjanjian Lama dia tidak makan babi dia harus sunat, dia harus kosher (“halal” ala Yahudi-red).

Jadi, hal seperti syariat Islam tidak masalah dengan saya. Bagus, dong, nggak ada babi.


Anda pernah berdialog dengan pihak Islam?

Saya sering bicara dengan Djohan Effendi

Apakah anda dekat dengan kalangan liberal?

Memang ada dari kalangan Islam liberal yang mendekati dan mengajak saya diskusi. Tapi saya tahu, mereka juga disorot oleh kalangan Islam mainstream. Jadi buat apa saya mendekat dengan mereka. Ibarat dosa dua kali: sudah Yahudi dekat dengan liberal, pula. Lebih baik saya diskusi dengan (Ketua Umum FPI) Habib Rizieq sekalian. *



Jumat, 21 Januari 2011

Halaman Facebook Ismail Haniyah Dihapus


Halaman grup penggemar Perdana Menteri Hamas Ismail Haniyah telah dihapus dari situs jejaring sosial ternama, Facebook.
Lebih dari 10.000 orang yang menjadi member dalam grup Ismail Haniyah ini.
Para penggemar Ismail Haniyah telah menulis surat kepada administrasi Facebook, meminta kembali halaman perdana menteri Palestina tersebut dan meminta adanya perlindungan terhadap halaman-halaman Arab yang gunakan untuk mengungkapkan kekaguman bagi para pemimpin perlawanan di Palestina dan dunia Arab.
Israel dicurigai berada di balik langkah penghapusan halaman Facebook Ismail Haniyah.
Halaman utama tokoh Syi'ah Hizbullah, Hassan Nasrullah juga telah dihapus dari situs jejaring sosial Facebook sebelumnya.
Pada bulan Juli tahun 2009 lalu, administrator Facebook juga menghapus seluruh member halaman Facebook perdana menteri dari gerakan Hamas Ismail Haniyah yang dibikin oleh para penggemarnya.(fq/pic)

Rabu, 05 Januari 2011

Bocoran WikiLeaks: Zionis Israel Sengaja Mencekik Gaza


foto
Wikileaks. REUTERS/Valentin Flauraud
TEMPO Interaktif, Yerusalem -Bocoran terbaru WikiLeaks berisi tentang cengkreman Israel atas Jalur Gaza. Menurut kawat diplomatik Amerika Serikat yang dipublikasikan harian Norwegia edisi Rabu, Israel bilang kepada para pejabat Amerika Serikat pada 2008 bakal menjaga ekonomi Gaza di “tubir kehancuran” sambil menghindari krisis kemanusaan.

Tiga kawat dikutip koran Aftenposten, yang disebutkan memiliki semua kawat diplomatik Amerika Serikat berjumlah 250 ribu yang dibocorkan oleh WikiLeaks, menunjukkan bahwa Israel terus menjaga Kedutaan Amerika di Tel Aviv diarahkan atas krtik-kritik secara internasional blokade atas Jalur Gaza.

Wilayah yang dihuni 1,3 juta rakyat Palestina, dikuasai oleh kelompok Islamis Hamas, yang dikucilkan oleh Barat atas penoalakannya menerima eksistensi Israel, didesak mengakhiri kekersan atau menerima kesepakatan perdamaian sementara Israel-Palestina.

“Sebagai bagian dari rencana menyeluruh embargo terhadap Gaza, para pejabat Israel telah memastikannya kepada (pejabat bidang ekonomi kedutaan Amerika Serikat) berkali-kali bahwa mereka berniat mempertahankan ekonomi Gaza terpuruk tana cukup mendorongnya melewati pinggir,” demikian salah satu kawat yang bocor itu.

Israel rupanya sengaja ingin “mencekik” Gaza. Disebutkan Israel ingin ekonomi kawasan pesisir tersebut “berfungsi tetap pada kemungkinan level terendah dengan menghindari krisis bencana kemanusiaan”, demikian kawat tertanggal 3 November 2008.

Dalam sebuah pidato pada Januari 2008, Perdana Menteri Israel Ehud Olmert kalai itu membantah bahwa kebijakan, yang mulai diperlonggar setelah desakan internasional atas penyerbuan mematikan Mei tahun lalua atas sebuah kapal bantuan berbendera Turki mendobrak blokade.

“Kami tak akan menyerang suplai makanan untuk anak-anak, pengobatan buat mereka yang membutuhkannya dan kepada institusi-institusi yang telah menyelamatkan nyawa,” imbuh Olmert saat itu.

Senin, 03 Januari 2011

Indonesia Negara Pertama Pemberi Bantuan ke Gaza di Tahun 2011

Indonesia Negara Pertama Pemberi Bantuan ke Gaza di Tahun 2011
Pengiriman barang ke Jalur Gaza
RAFAH--Indonesia tercatat sebagai negara pertama yang memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina pada tahun 2011. "Kami menyambut baik bantuan kemanusiaan dari rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina, dan ini merupakan bantuan pertama dari luar negeri untuk tahun baru 2011," kata Ketua Bulan Sabit Merah Sinai Utara, Mesir, Jenderal (Purnawirawan) Osama Serghani di Rafah, pintu perbatasan Mesir-Gaza, Ahad (2/1).

Serghani mengungkapkan bahwa bantuan kemanusiaan kepada Palestina dari luar negeri kedua setelah Indonesia adalah kapal Asia Caravan-1 yang akan merapat di Pelabuhan Rafah pada Ahad (2/1) petang, beberapa jam setelah penyerahan bantuan dari Indonesia.
Kapal Asia Caravan-1 itu mengangkut 170 ton bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Kapal solidaritas untuk rakyat Palestina itu diikuti para anggota LSM dari berbagai negara Asia, termasuk 12 orang dari Indonesia.
Bantun kemanusiaan berupa beragam peralatan medis seberat lebih satu ton itu diserahkan langsung oleh Duta Besar (Dubes) RI, AM Fachir didampingi Kepala Fungsi Politik KBRI Kairo, Burhanuddin Badruzzaman, di Rafah.

Peralatan medis bantuan Indonesia tersebut diterima langsung oleh Direktur Bulan Sabit Merah Palestina Wilayah Jalur Gaza, Dr Khalil Al-Foul, yang difasilitasi Kepala Bulan Sabit Merah Wilayah Sinai Utara, Jenderal Serghani.

Dubes Fachir, yang fasih berbahasa Arab, dalam sambutannya menjelaskan bahwa KBRI Kairo menghimpun bantuan dari berbagai kalangan baik organisasi maupun individu yang bersimpati atas penderitaan rakyat Palestina akibat kekejaman Israel. "Nilai bantuannya tidak seberapa, tapi ini merupakan solidaritas dari masyarakat Indonesia untuk saudara-saudara mereka di Palestina terutama Gaza," kata Dubes Fachir.

Bantuan yang diserahkan Dubes Fachir di perbatasan Rafah ini adalah yang kedua kalinya menyusul bantuan pertama pada Januari 2009, tak lama setelah agresi militer Israel di Gaza. Bantuan pertama itu termasuk sebuah ambulans yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan RI.

Kepala Fungsi Politik KBRI Kairo, Burhanuddian Badruzzaman menjelaskan bahwa bantuan kali ini seniali 88 ribu dolar AS (sekitar Rp 790 juta). "Bantuan itu adalah 50 ribu dolar dari Kispa (komite Indonesia Untuk Solidaritas Palestina), 26 ribu dolar sisa bantuan Depkes RI untuk Palestina pada 2009, 10 ribu dolar dari rakyat Amuntai, Kalimantan Selatan, dan 2.000 dolar dari masyarakat Indonesia di Mesir," kata Burhanuddin.

sumber : republika

Sabtu, 01 Januari 2011

Pada 2010, Zionis Israel Tahan dan Siksa 4.000 Warga Palestina di Penjara

2010, Israel Tahan dan Siksa 4.000 Warga Palestina di Penjara
Warga Palestina di penjara Israel


RAMALLAH,--Pakar urusan tahanan Palestina, Abdulnasser Farwana, mengatakan pada 2010, tentara pendudukan Israel (IOF) telah menahan 4.168 warga Palestina. Saban hari, rata-rata 11 orang ditahan.

Dalam sebuah laporan yang dirilis pekan lalu, Farwana mengatakan kekerasan yang dilakukan Israel terhadap tahanan Palestina kian meningkat. Staf penjara dan sipir semakin menerapkan tindak sewenang-wenang terhadap tawanan dan mengeluarkan keputusan-keputusan yang kian memperburuk kondisi tahanan.

Ia juga menekankan daftar pasien yang ditahan di penjara Israel kian beragam dan penggunaan kekuatan berlebihan terhadap tawanan menjadi fenomena semua penjara.

Abdulnasser juga menekankan pada dua nama, Ra'ed Abu Hammad dan Mohamed Abdin, yang meninggal tahun lalu karena mendapat siksaan berat. Israel menolak permintaan perawatan medis kedua tahanan yang dipenjara di kawasan Jerusalem.

Abdulnasser mendesak lembaga-lembaga internasional untuk menghentikan sikap diam atas isu-isu tahanan Palestina dan segera bergerak untuk membela hak dan hukum yang telah dilanggar sehari-hari oleh Israel.

Dalam konteks terkait, seorang pemimpin utama para tahanan Palestina di penjara Israel mengatakan, petugas penjara kerap meningkatkan penggeledahan dalam seksi-seksi dan ruang para tahanan dengan dalih mencari ponsel. Namun faktanya, penggeledahan dan penggerebekan tiba-tiba itu adalah bagian dari hukum Shalit yang diterapkan secara bertahap.

Awal tahun lalu, pemerintah Israel telah menyetujui hukum Shalit yang bertujuan mengganggu kondisi tahanan Palestina demi menekan penangkap tentara Israel yang masih ditahan, Gilad Shalit, untuk melakukan pembicaraan penukaran tahanan.

Pemimpin para tahanan menambahkan penggeledahan tidak mungkin demi mencari ponsel mengingat klaim petuga penjara serta bukti di lapangan menyatakan tindak keamanan di penjara sangatlah ketat.

Ia menyatakan banyak tahanan menderita kerugian material besar. Pasalnya ketika tentara Israel menyerbu ke sel-sel, mereka membuat kerusakan pada apa pun yang mereka lalu dan mereka temukan.

Dalam insiden terpisah, tahanan Palestina di penjara Hadarim, menuntut petugas penjara mencabut penghilangan sinyal ponsel dengan gelombang tinggi yang digunakan di dalam bangunan. Mereka mengatakan gelombang dari piranti itu dapat menyebabkan penyakit serius seperti kanker di kalangan mereka.

Para tahanan mengatakan petugas penjara menggunakan jammers setelah melakukan penggeledahan intensif penuh kekerasan selama dua bulan terakhir di sel-sel mereka.

sumber : republika

Entri Populer

Followers