Jumat, 13 Mei 2011

Samuel Dahana, Aktivis Kristen Yang 'Pro Zionis Israel'

alt
Jakarta - Ketua 'Perayaan Hari Kemerdekaan Israel', Samuel Dahana mengaku sebagai Jemaat Gereja Kristen Jawa di Bandung. Ia khawatir, pihak gereja marah, padahal ia tahu jemaat Gereja Kristen Jawa itu kalem-kalem. Pengakuan itu disampaikan Samuel kepada sejumlah wartawan media Islam, Kamis (12/5/2011) di Jakarta.

Kecintaan Samuel Dahana yang saat ini menjadi Ketua Panitia Perayaan Hari Kemerdekaan Israel pada Israel berawal sejak ia duduk di bangku SMA, bermula dari ajaran dan keyakinan agama Nasrani yang ia anut, bahwa zionis itu ada didalam Al Kitab. Ada alasan khusus, kenapa sampai harus memperingati HUT Israel?

Menurut Samuel, ada firman Tuhan yang mengatakan, “Barangsiapa memberkati Israel akan diberkati. Dan barangsiapa yang mendukung Israel akan diberkati, dan olehmu semua bangsa akan diberkati.” (Kejadian 12 : 3). Firman inilah yang menjadi istimewa. Ketika banyak orang mengutuk dan mengecam Israel, kami tetap memberkati.

Sudah sangat jelas, Zionis Israel adalah Bangsa penjajah. Dalam hal ini, Israel telah menjajah bangsa Palestina. Pembukaan UUD 45 disebutkan, penjajahan harus dihapuskan dari muka bumi. Lalu apa kata Samuel?

“Bagi kami, ada perbedaan persepsi, jika dikatakan Israel menjajah Palestina. Persepsi kami adalah Israel itu tidak menjajah Palestina. Karena sejarah mencatat, negara Palestina itu tidak ada, bahkan raja-raja Palestina itu memang tidak ada. Secara historis, sejarah tidak mengatakan demikian.” 

Yang ada sekarang ini, kata Samuel, adalah hanya orang-orang Jordan, dan Palestina itu sendiri baru terbentuk setelah Israel merdeka. “Mereka menyebut dirinya orang Palestina. Jadi orang Palestina itu ya orang Arab itu. Tapi negara Palestina itu sebenarnya tidak pernah ada. Itu keyakinan kami. Dan kami melihatnya dari sisi kebenaran sejarah, walaupun Israel mendapat kecaman dunia,” jelasnya.

Ditanya, sejauh mana Anda menilai konflik Palestina-Israel? "Saya melihatnya sebagai tragedi kemanusiaan, orang disuruh pindah, namun masing-masing punya kepentingan, merasa benar sendri.”

Anda mengaku Nasrani, bukankan di kalangan Kristiani ada yang mengkritisi Israel? Kenapa Anda justru pro Israel? “Orang Kristen yang kontra terhada Israel memang ada. Bahkan orang Yahudi sendiri juga mengkritisi zionis Israel,” jawabnya lugas.

Harapan Samuel, citra Israel harus diungkap kebenarannya, mau jelek atau bagusnya. Jika Israel melangar kemanusian dihukum saja. “Sekarang ini seperti perang media. Setidaknya, masyarakat bisa memahami Israel secara terbuka. Sehingga kita diberkati. Negara kita kan kaya raya, tapi panennya sering gagal, itu tandanya tidak diberkati.”


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer

Followers