Pemimpin Hamas di Jalur Gaza menyeru kelompok-kelompok pejuang Palestina agar menahan diri untuk tidak melancarkan serangan ke Israel, sesuai kesepakatan gencatan sejata de facto usai pertempuran bulan lalu.
Seruan Hamas hari Kamis (05/5) itu dimaksudkan untuk melancarkan proses rekonsiliasi Palestina yang sedang diupayakan bersama pemerintah di Tepi Barat.
"Saya menghimbau agar pemerintah yang akan datang ini diberi kesempatan untuk menjalankan gencatan senjata," kata Ismail Haniyah dalam pidato usai menandatangani kesepakatan bersatu dengan faksi Fatah di Kairo.
Meski demikian, Haniyah menegaskan bahwasanya mereka tidak takut ancaman dan tidak gentar terhadap penjajah. Hanya saja Palestina berusaha untuk tidak menciptakan perang baru.
Dalam pidato itu juga Hamas meminta agar polisi yang berada di bawah komando Fatah berhenti menangkapi aktivis Hamas dan simpatisannya yang berada di Tepi Barat.
Menurut Haniyah saat ini masih ada orang-orang yang terkait dengan Hamas berada dalam tahanan polisi di Tepi Barat, dan itu tidak mendukung kondisi rekonsiliasi yang sedang diupayakan.*
Sumber : hidayatullah.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Laman
Daftar
Archives
-
▼
2011
(67)
-
▼
Mei
(21)
- Interupsi Pidato Netanyahu, Perempuan Yahudi Diker...
- Netanyahu: Israel Siap Bermurah Hati, Bila Palesti...
- Pengakuan PLO Terhadap 'Negara Israel' Merupakan K...
- Tekanan Makin Kuat, Akankah Hamas Mengakui 'Negara...
- "Anggota Kongres AS Dipaksa Untuk Mendukung Israel"
- Sembilan Fakta tentang An-Nakbah – Hari Bencana Ke...
- Menyumbang Otoritas Palestina Sama Dengan Menyumba...
- Wah... Zionis Berencana Bangun Lagi 1.500 Pemukima...
- Dituduh sebagai Markas Hamas, Tentara Zionis Tutup...
- Pasukan Indonesia Ikut Menjaga Unjukrasa Peringata...
- ‘Israel’ Punya Persenjataan Canggih? Kok Pakai Age...
- Samuel Dahana, Aktivis Kristen Yang 'Pro Zionis Is...
- Polri Tak Izinkan 'Perayaan HUT Israel'
- Istana Larang Komunitas Pro Zionis Rayakan 'HUT Is...
- Inisiator HUT Israel : 'Saya Menghimbau Umat Krist...
- Kebijakan Rasis, Zionis Cabut 140 Ribu Status Kepe...
- Hamas Ultimatum Zionis Akui Palestina Dalam Tempo ...
- Amerika Cabut Bantuan, Zionis Blokade Dana Pajak ,...
- Hormati Rekonsiliasi, Hamas Menghimbau Pejuang Tid...
- Mahmoud Abbas: 'Kami Tidak Akan memaksa Hamas Meng...
- PM Zionis Keliling Eropa Cari Dukungan Tolak Rekon...
-
▼
Mei
(21)
Diberdayakan oleh Blogger.
Konstributor
Entri Populer
-
Simbol yahudi di atap gedung Iran Air TEL AVIV- -Hasil citra satelit dari bandara Teheran yang berhasil diabadikan layanan Google Earth m...
-
Jakarta - Ketua 'Perayaan Hari Kemerdekaan Israel', Samuel Dahana mengaku sebagai Jemaat Gereja Kristen Jawa di Bandung. Ia khawati...
-
Damaskus - Israel merupakan satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir berdaya rusak tinggi, namun tidak pernah menda...
-
(Sahabatalaqsha.com ): Sejumlah orang Yahudi penduduk ‘Israel’ ternyata sudah belasan tahun memboikot produk-produk ‘dalam negeri’ merek...
-
Jember - Indonesia-Israel Public Affairs Committe (IIPAC) bergerak bawah tanah sejak berdirinya. Kelompok 'lobi pro-Israel' ini...
Followers
Tidak ada komentar:
Posting Komentar