Yangon - Saksi-saksi mata di Myanmar mengklaim telah melihat bukti bahwa lokasi rudal dan nuklir diam-diam sedang dibangun di kawasan hutan terpencil di negeri itu. Hal ini semakin menimbulkan kekhawatiran bahwa rezim militer Myanmar diam-diam tengah mengembangkan senjata nuklir.
Para teknisi Korea Utara (Korut) membantu membangun fasilitas rahasia tersebut. Demikian menurut kabel-kabel diplomatik rahasia AS yang dirilis situs WikiLeaks seperti dilansir Guardian, Jumat (10/12/2010).
Dalam kabel diplomatik dari Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Myanmar tersebut, seorang pejabat Myanmar mengatakan, dirinya melihat para teknisi Korut membantu membangun fasilitas bawah tanah di kaki bukit yang jaraknya sekitar 480 kilometer barat daya Yangon.
"Orang-orang Korut, dibantu oleh para pekerja Burma, tengah membangun fasilitas bawah tanah bertulang beton yang jaraknya 500 kaki dari atas gua ke puncak bukit di atas," demikian menurut kabel tersebut.
Menurut pejabat Myanmar tersebut, 300 teknisi Korut bekerja di lokasi tersebut.
Menurut keterangan saksi mata yang dikumpulkan staf Kedubes AS, pekerjaan pembangunan fasilitas nuklir tersebut masih dalam tahap awal. Namun Kedubes AS menganggap itu sebagai perkembangan yang mengganggu sebab Myanmar bisa mengikuti jejak Pakistan dan Korut yang memiliki senjata nuklir.
Sejak tahun 2002 lalu telah beredar rumor bahwa Myanmar diam-diam berupaya mengembangkan bom nuklir dengan bantuan Korut. Namun selama ini kedua negara tersebut membantah keras hal itu. Junta militer Myanmar menegaskan bahwa tak ada orang-orang Korut di negeri tersebut.
Pemerintah Myanmar sejak lama telah mengungkapkan keinginannya untuk membangun reaktor nuklir sipil guna memenuhi kebutuhan energi listrik yang sangat kurang di negeri itu. Myanmar telah menandatangani perjanjian dengan Rusia untuk membangun reaktor nuklir tersebut.
Namun proyek tersebut sejauh ini belum berhasil dimulai dikarenakan kurangnya dana. Perjanjian rahasia dengan Korut akan merupakan pelanggaran aturan internasional mengenai proliferasi nuklir.(ita/nrl)
sumber : detiknews
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Laman
Daftar
Archives
-
▼
2010
(67)
-
▼
Desember
(49)
- Pdt DR. Andreas A Yewangoe : “Dalam Kekristenan ad...
- Mantan Presiden Israel Perkosa 3 Wanita
- Zionis Israel sudah siap perang nuklir sejak 1980
- Ini Dia Kejahatan Zionis dalam Perang 22 Hari di Gaza
- Assange Bantah Wikileaks Bekerjasama dengan Israel
- Diskriminasi Zionis Israel terhadap Warga Palestina
- Bolivia Juga Akui Palestina Merdeka
- Norwegia Juga Akui Kemerdekaan Palestina !
- Otoritas Zionis Tolak Hormati Bantuan Palestina
- Vatikan: Bocoran WikiLeaks Tidak Bisa Dipercaya
- Jangan Biarkan Australia Cuci Tangan dari Kasus Mo...
- Pasukan Zionis Israel Serang Demonstran Anti Tembo...
- Sejarah: Kisah Muslim Albania Selamatkan Yahudi
- WikiLeaks Ungkap Campur Tangan Militer AS di Dunia...
- AS: Pengakuan Negara Palestina Gegabah
- Nah Lho, 100 Ribu Siswa Israel Mengidap Penyakit Jiwa
- Dukungan Rabi Untuk Rasisme Zionis Israel Meningkat
- Wikileaks: Myanmar Diam-Diam Bangun Lokasi Nuklir
- Wawancara dengan Menteri Luar Negeri Palestina Ria...
- 31 Mei 2010 Diserbu, 31 Mei 2011 Mavi Marmara Berl...
- Wikileaks : Pesta Liar Keluarga Kerajaan Saudi Diu...
- Mesir Minta AS Hentikan Permainkan Palestina
- Mikroorganisme Spesifik Lokasi Untuk Mempercepat P...
- Oleh : FUAD AFFANDIMengapa bingung dengan harga pu...
- AS Tuduh Cina Tak Bermoral di Afrika
- Markas Wikileaks Dibawah Tanah
- Hadapi Tim Israel, Suporter Perancis Teriakan Duku...
- Uni Eropa: Kebijakan Israel Merusak Perdamaian
- Bahasa Arab, Bahasa yang Paling Cepat Berkembang d...
- WikiLeaks Ungkap Israel – Iran Terlibat Konflik Id...
- Putin : Kecurigaan Terhadap Iran Tak Berdasar
- Kebebasan Pers di Indonesia Dinilai Over Dosis
- Sekjen OKI: Bahaya Nyata Ancam Keberadaan Masjid A...
- Serial "Desperate Housewife" Dibuat untuk Melawan ...
- Tahanan Palestina Jadi Kelinci Percobaan
- Rabi Yahudi Israel Serukan Haram Jual Rumah pada N...
- Prancis Pun Siap Akui Negara Palestina Merdeka
- AS Mengakui Tak Mampu Bujuk Rezim Zionis
- Wikileaks: Pangeran Saudi Pernah 'usulkan' AS Serb...
- Kian Banyak Negara Amerika Latin Akui Kemerdekaan ...
- Setelah Brazil, Argentina Akui Negara Palestina
- Khawatir Pengaruh Wikileaks, Negara-Negara Teluk A...
- Gelombang Pengungsi Afrika Cemaskan Zionis Israel
- Palestina Bantu Israel Padamkan Kebakaran
- Pengakuan Brazil Atas Palestina Dikecam AS
- Wikileaks dan Logika Terbalik Para Pemimpin Arab
- Kebakaran Melanda, Rezim Zionis Meminta Bantuan In...
- Uni Parlemen Asia (APA) Kecam Nuklir Zionis
- Simbol Yahudi Ada di Atap Gedung Maskapai Iran, Ko...
-
▼
Desember
(49)
Diberdayakan oleh Blogger.
Konstributor
Entri Populer
-
Simbol yahudi di atap gedung Iran Air TEL AVIV- -Hasil citra satelit dari bandara Teheran yang berhasil diabadikan layanan Google Earth m...
-
Jakarta - Ketua 'Perayaan Hari Kemerdekaan Israel', Samuel Dahana mengaku sebagai Jemaat Gereja Kristen Jawa di Bandung. Ia khawati...
-
Damaskus - Israel merupakan satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir berdaya rusak tinggi, namun tidak pernah menda...
-
(Sahabatalaqsha.com ): Sejumlah orang Yahudi penduduk ‘Israel’ ternyata sudah belasan tahun memboikot produk-produk ‘dalam negeri’ merek...
-
Jember - Indonesia-Israel Public Affairs Committe (IIPAC) bergerak bawah tanah sejak berdirinya. Kelompok 'lobi pro-Israel' ini...
Followers
Tidak ada komentar:
Posting Komentar