Tampilkan postingan dengan label Intelejen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Intelejen. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 April 2011

Mossad Diduga Korupsi


Potongan gambar dari situs resmi Mossad.
Tel Aviv - Auditor pemerintah Israel, Micha Lindenstrauss, kemarin menyatakan Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel) diduga telah menghamburkan jutaan shekel uang negara untuk membangun pelbagai fasilitas dalam beberapa tahun terakhir.
“Banyak proyek terbukti tidak terencana dengan baik, tanpa lewat tender, dan terdapat perbedaan antara rencana anggaran dan realisasi,” kata Lindenstrauss. Karena itu, ia meminta sejumlah pejabat senior Mossad diproses secara hokum.
Laporan yang dilansir akhir bulan lalu itu menyatakan Mossad berhasil memperoleh proyek tanpa ada pesaing. Hebatnya lagi, Mossad mendapatkan proyek semacam itu dua kali.
Namun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membela mesin pembunuhnya itu. Pemimpin dari Partai Likud ini menegaskan Mossad memang perlu rencana dan proyek tak terduga.
World Tribune/Faisal Assegaf

Kamis, 23 Desember 2010

Assange Bantah Wikileaks Bekerjasama dengan Israel

Julian Assange (Foto: Theguardian.co.uk)
Julian Assange (Foto: Theguardian.co.uk)
[DUBAI] Meski dicap sebagai anarkis dan teroris oleh Amerika Serikat (AS), Pendiri WikiLeaks Julian Assange tidak jera. Website peniup pluitnya (whitleblowing) berencana menerbitkan ratusan kawat diplomatik Amerika Serikat (AS) tentang Israel. Demikian laporan televisi Al-Jazeera pada Kamis (23/12).

“Dokumen itu sangat rahasia dan sensitif tentang perang Israel atas Libanon pada 2006 dan penyerangan Januari militan Hamas Mahmud al-Mabhuh akan dirilis,” kata Assange kepada Al Jazeera dalam sebuah wawancara.

Assange menggatakan, WikiLeaks memiliki 3.700 dokumen AS tentang Israel, termasuk 2.700 yang diorganisasi dari negara Yahudi itu. Dia menyangkal website itu memiliki sejumlah kesepakatan untuk memisahkan negara yang membocornya.

“Kami tidak memiliki kesepakatan rahasia dengan negara mana pun,” ujar Assange dalam Bahasa Inggris yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Arab dan dimuat dalam website Al-Jazeera.

Dia menambahkan, “Kami tidak memiliki kontak langsung maupun tidak langsung dengan orang Israel,” sambil menambahkan tidak lebih dari 2 persen dari dokkumennya tentang Israel sejauh ini sudah dirilis.

Isarel melakukan perang dengan Hezbollah dari kelompok Islam Syiah di Libanon pada musim panas 2006 yang menewaskan lebih dari 1.200 orang Libanon, sebagian besar warga sipil, dan 160 orang Israel sebagian besar tentara.


sumber : suarapembaruan

Entri Populer

Followers