Tampilkan postingan dengan label IIPAC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IIPAC. Tampilkan semua postingan
Senin, 11 April 2011
Pemilu 2014, IIPAC Cari Capres 'Pro-Israel'
Jember - Benjamin Ketang mengeluarkan dua buku soal Yahudi di Indonesia. Satu buku karya Eggi Sudjana mengenai spekulasi hubungan Susilo Bambang Yudhoyono dan 'Israel', berjudul 'SBY Antek Yahudi AS?'. Satu lagi buku yang belum diterbitkan resmi, soal Yahudi di Indonesia, terutama 'Indonesia-Israel Public Affairs Committe' (IIPAC).
"Saya diwawancarai untuk buku Eggi Sudjana, juga buku satunya," kata Ketang. Di dalam buku soal Yahudi di Indonesia, tercantum lampiran protokol organisasi IIPAC.
Dalam pasal 5 tercantum: IIPAC mendukung pencalonan presiden, para menteri, gubernur, bupati dengan pendanaan dari 10% dana Social Corporate Responsibility dan hibah/dana grant dari pendukung internasional, Kerjasama bisnis dan investasi di Indonesia untuk kepentingan Indonesia dan rakyat Indonesia, demokrasi, anti kekerasaan, pluralisme.
"Tahun 2014, kami akan mencari calon presiden atau partai mana yang bisa mendirikan 'diplomasi Indonesia-Israel'. Yang kita butuhkan adalah siapa yang mau bekerjasama mendirikan 'kedutaan besar Indonesia-Israel'," kata direktur eksekutif IIPAC ini.
Ketang belum mau buka kartu partai atau calon presiden mana yang didekati. "Nantilah kita cari," katanya.
Ketang berharap, dengan adanya IIPAC, segera ada semacam 'kamar dagang Israel' di Indonesia. Beberapa bulan ke depan, ia juga berharap pemerintah Indonesia membuka kesempatan investasi dari Israel masuk. Selama ini kamar dagang Israel untuk Indonesia bermarkas di Singapura.
Diketuai Emmanuel Shahaf, seorang CEO Technology Asia Consulting Ltd., kamar dagang ini didirikan tahun 2009. Sebagaimana dikutip dari wawancara dengan Warta Ekonomi, ekspor Indonesia ke 'Israel' mencapai 800 juta dollar Amerika Serikat. Sementara impor Indonesia dari 'Israel' hanya 16 juta dollar AS.
Masalah Palestina diakui menjadi hambatan. "Selama 'Israel' tidak menyelesaikan konflik dengan Palestina, terdapat sedikit atau tidak ada kesempatan bagi hubungan diplomatik antara Israel dan Indonesia," kata Shahaf.
Benjamin Ketang berharap, tokoh-tokoh di Indonesia mau terbuka membuka kerjasama dengan 'tokoh Yahudi atau Israel' untuk kemakmuran rakyat. "Jangan perdebatkan masalah teologi dan agama. Tak ada habisnya sampai dunia berantakan," katanya.
"Saya punya harapan, kekuatan investasi Israel bisa disinergikan untuk kesejahteraan Indonesia. Kekuatan Indonesia dengan sumber daya alam melimpah harus diintegrasikan dengan sistim internasional. Kuncinya 'Israel'."
"Orang Yahudi di mana-mana tetap sama, memiliki solidaritas terhadap 'Israel Raya'."
Saya bersalaman dengan Benjamin Ketang dan pamit bersama beberapa orang yang sedari tadi ngobrol bareng. Campus Resto masih ramai, walau tak seramai sorenya. Hari sudah gelap. [wir]
Sumber : beritajatim
Label:
Benjamin Ketang,
IIPAC,
Indonesia,
Lobi,
Nasional
Underground, Markas Lobi Pro-Zionis di Indonesia Berpindah-Pindah
Jember - Indonesia-Israel Public Affairs Committe (IIPAC) bergerak bawah tanah sejak berdirinya. Kelompok 'lobi pro-Israel' ini sadar, publik Indonesia belum akan menerima mereka dengan tangan terbuka.
Tahun 2007, sepulang dari belajar di 'Israel', Benjamin Ketang yang ditugaskan menjadi direktur eksekutif mulai mengembangkan IIPAC bersama kawan-kawannya. Mereka mencoba melakukan lobi bisnis agar investasi dari Israel bisa masuk dan diterima pengusaha Indonesia. "Tapi kami underground dulu," katanya.
Sebagai gerakan bawah tanah, IIPAC ternyata lumayan cepat mengembangkan sayap. Kini sudah ada cabang organisasi ini di delapan provinsi, salah satunya di Jawa Timur. Banyak yang menawarkan diri ingin menjadi anggota, kata Ketang.
Namun jangan tanyakan di mana markas IIPAC. Organisasi ini berpindah-pindah alamat. Ketang menyodorkan kartu nama kepada saya. Dan saya terkejut, di kartu nama itu, markas IIPAC terdapat di tempat yang sangat jauh di luar Jakarta. "Kami mengantisipasi keamanan. Kami sangat hati-hati. Tapi kami punya kantor di Jakarta," katanya.
Sehari sebelum bom buku di Utan Kayu, 15 Maret lalu, Ketang berangkat ke 'Israel'. Ia berada di Tel Aviv hingga 22 Maret. Namun, ia juga memantau perkembangan berita soal teror bom itu.
Tak khawatir jadi sasaran teror bom buku, tanya saya.
"Saya tak merasa jadi sasaran. Aku sih terserah kepada Yang Bikin Hidup," kata Ketang. Isi botol Coca-Cola di depannya nyaris tandas. [wir]
Sumber : beritajatim
Label:
Benjamin Ketang,
IIPAC,
Indonesia,
Nasional
Langganan:
Postingan (Atom)
Konstributor
Entri Populer
-
Simbol yahudi di atap gedung Iran Air TEL AVIV- -Hasil citra satelit dari bandara Teheran yang berhasil diabadikan layanan Google Earth m...
-
Jakarta - Ketua 'Perayaan Hari Kemerdekaan Israel', Samuel Dahana mengaku sebagai Jemaat Gereja Kristen Jawa di Bandung. Ia khawati...
-
Damaskus - Israel merupakan satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir berdaya rusak tinggi, namun tidak pernah menda...
-
(Sahabatalaqsha.com ): Sejumlah orang Yahudi penduduk ‘Israel’ ternyata sudah belasan tahun memboikot produk-produk ‘dalam negeri’ merek...
-
Jember - Indonesia-Israel Public Affairs Committe (IIPAC) bergerak bawah tanah sejak berdirinya. Kelompok 'lobi pro-Israel' ini...
Followers