Seorang aktivis Yahudi anti pendudukan Zionis di Palestina berupaya menyabot pidato 'Perdana Menteri Israel', Benjamin Netanyahu, di AS. Pidato Netanyahu pun sempat terhenti sejenak sampai polisi menangkap aktivis itu.
Menurut surat kabar Haaretz, Netanyahu berpidato di parlemen AS di Washington DC, Selasa sore 24 Mei 2011 waktu setempat. Namun pidato itu sempat terhenti saat seorang perempuan aktivis bernama Rae Abileah berteriak "Hentikan kejahatan perang Israel!"
Rae Abileah, perempuan Yahudi keturunan Israel, mengaku dipukuli oleh sejumlah aktivis AIPAC setelah ia melakukan interupsi saat Perdana Menteri Zionis Benjamin Netanyahu sedang berpidato di Kongres AS pada Selasa (24/5).
"Saya berteriak 'hentikan penjajahan' dan tiba-tiba mereka (aktivis AIPAC) berlompatan ke arah saya," kata Abileah, yang juga anggota Code Pink, sebuah organisasi anti-perang di AS.
Ia mengklaim pernah melakukan hal yang sama saat Netanyahu berpidato di Jewish Federations General Assembly di New Orleans, bulan November 2010.
"Kami, generasi muda Yahudi yang tidak mau hanya diam dan duduk, dan membiarkan perdana menteri yang melakukan kejahatan kemanusiaan, berbicara. Dia (Netanyahu) baru boleh bicara di Pengadilan Kriminal Internasional di Hague," tukas Abileah.
Perempuan berusia 28 tahun itu bisa menyelinap masuk ke gedung Kongres saat Netanyahu berpidato, setelah ia berhasil mendapatkan kartu tanda masuk dari seorang temannya. "Ketika Netanyahu mulai bicara soal Israel dan demokrasi, saya langsung berdiri dan mengecam operasi-operasi yang dilakukannya, yang bertentangan dengan demokrasi," tukas Abileah.
"Hentikan penjajahan, hentikan kejahatan perang Israel, berikan hak-hak yang sama pada rakyat Palestina," teriak Abileah di tengah pidato Netanyahu.
Netanyahu sempat menghentikan pidatonya sebentar akibat insiden tersebut. Namun, seperti tidak terjadi apa-apa, dia melanjutkan kembali pidatonya yang memuji kepemimpinan demokratis di AS. Dia juga mengatakan bahwa protes seperti itu adalah bukti bahwa AS menjunjung tinggi kebebasan berpendapat.
"Kau tidak bisa melakukan protes seperti itu di Teheran. Inilah demokrasi sejati," ujar Netanyahu.
Wanita Yahudi-Amerika yang tergabung dalam organisasi HAM bernama Code Pink ini juga menuntut dihentikannya pendudukan Israel di Palestina. Tidak berapa lama berselang, polisi datang dan menyeret Abileah meninggalkan lokasi.
Sebelumnya, Abileah melalui pernyataannya di situs Code Pink telah menyampaikan protes atas sikap Netanyahu yang menolak diakuinya kembali Peta Perbatasan 1967. Netanyahu mengatakan bahwa Peta Perbatasan itu tidak dapat dipertahankan lagi karena daerah-daerah Palestina dalam peta itu telah masuk ke dalam 'wilayah Israel'.
"Tapi yang tidak dapat dipertahankan lagi adalah pendudukan wilayah, kelaparan di Gaza, penahanan aktivis, dan tidak adanya persamaan hak di Israel yang katanya negara demokratis itu," ujar Abileah dalam pernyataan tersebut.
"Sebagai seorang Yahudi dan pembayar pajak di Amerika, saya tidak bisa diam saja ketika kejahatan ini dilakukan atas nama agama saya dan menggunakan uang pajak saya," lanjutnya lagi.
Protes serupa juga terjadi pada saat Netanyahu berpidato di depan pelobi Zionis di parlemen AS, Senin waktu setempat. Kala itu beberapa orang Yahudi berdiri dan membentangkan poster dan mengatakan bahwa mereka menentang 'kebijakan pertahanan Israel'.
sumber : vivanews / eramuslim
Tampilkan postingan dengan label Code Pink. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Code Pink. Tampilkan semua postingan
Rabu, 25 Mei 2011
Langganan:
Postingan (Atom)
Konstributor
Entri Populer
-
Simbol yahudi di atap gedung Iran Air TEL AVIV- -Hasil citra satelit dari bandara Teheran yang berhasil diabadikan layanan Google Earth m...
-
Jakarta - Ketua 'Perayaan Hari Kemerdekaan Israel', Samuel Dahana mengaku sebagai Jemaat Gereja Kristen Jawa di Bandung. Ia khawati...
-
Damaskus - Israel merupakan satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir berdaya rusak tinggi, namun tidak pernah menda...
-
(Sahabatalaqsha.com ): Sejumlah orang Yahudi penduduk ‘Israel’ ternyata sudah belasan tahun memboikot produk-produk ‘dalam negeri’ merek...
-
Jember - Indonesia-Israel Public Affairs Committe (IIPAC) bergerak bawah tanah sejak berdirinya. Kelompok 'lobi pro-Israel' ini...
Followers