Rabu, 20 Juli 2011

AS Bujuk Turki "Berbaikan" dengan 'Israel' Soal Insiden Mavi Marmara

Presiden AS Barack Obama membujuk Turki agar mengakhiri pertikaiannya dengan 'Israel' agar hubungan antara keduanya tidak makin memburuk.

Harian Haaretz menyebutkan, pesan Obama itu disampaikan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton pada Presiden Turki Abdullah Gull, saat kunjungannya ke Ankara pekan kemarin. Clinton juga membicarakan permintaan Obama itu pada Menlu Turki Ahmed Davutoğlu.

Para pejabat pemerintah Turki merespon permintaan itu dengan mengatakan bahwa Turki tetap menuntut Israel menyampaikan permohonan maaf secara resmi dan memberikan kompensasi bagi keluarga aktivis kemanusiaan Turki yang terbunuh dan luka-luka dalam peristiwa serangan Angkatan Laut Zionis ke kapal Mavi Marmara pada 30 Mei lalu.

Kapal Mavi Marmara yang merupakan bagian dari rombongan Armada Kebebasan I dan membawa ratusan aktivis internasional yang akan menyampaikan bantuan ke Gaza, diserbu pasukan elit Zionis saat masih berada di perairan internasional. Akibat serangan itu, sembilan aktivis kemanusiaan asal Turki terbunuh dan belasan aktivis lainnya luka-luka. Israel juga sempat menahan kapal Mavi Marmara di Pelabuhan Ashdod.

Seorang pejabat Israel yang tidak mau diungkap jati dirinya mengatakan bahwa AS saat ini secara intensif melibatkan diri dalam upaya memperbaiki hubungan antara Turki dan Israel. Dan itu berdampak pada ditundanya pengumuman laporan hasil investigasi PBB dalam kasus serangan 'Israel' ke kapal Mavi Marmara. Sekretaris Jenderal PBB Ban ki-Moon tidak bisa berbuat banyak karena tekanan kuat dari Hillary Clinton dan utusan AS di PBB, Suzan Rice.

Haaretz menulis, AS sangat khawatir dengan makin memburuknya hubungan antara Tel Aviv dan Turki dan berusaha keras membujuk Turki agar "berbaikan" kembali dengan 'Israel'. (aisyah/imemc)


sumber: knrp

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer

Followers