Jakarta - Pemerintah Indonesia tetap tidak akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel jika negara itu masih juga tidak mematuhi resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Sejak awal dari jaman merdeka, konferensi Asia-Afrika, kita tidak akan membuka hubungan diplomatik sebelum Israel melakukan resolusi tersebut. Itu posisi prinsip," kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi I di DPR, di Jakarta, Senin (29/11).
Marty menegaskan, tidak ada pergeseran sikap dari pemerintah Indonesia. Posisi ini juga tidak membatasi kemampuan negara kita dalam memberikan peran dalam upaya ikut memberikan dorongan demi tercapainya kemerdekaan Palestina.
Menurut Marty, posisi ini malah memberikan nilai tawar Indonesia lebih besar. Israel selama ini sebenarnya sangat menanti sikap Indonesia berubah karena dianggap memiliki peran besar dalam mempengaruhi negara-negara lain, khususnya karena tergabung dalam gerakan nonblok. "Kita bisa menjadi lokomotif gerakan nonblok. Keadaan itu kita manfaatkan,"ujarnya.
Negara yang mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel, seperti Mesir dan Jordan, kata Marty, juga tidak juga bisa mempengaruhi Israel. "Implikasi itu sendiri ternyata tidak serta merta bisa mempengaruhi sikap Israel,"ujarnya.
Yang dilakukan Pemerinta Indonesia saat ini, tambah Marty, fokus membantu Palestina. "Bukan hanya di Indonesia saja, tapi kita juga menggalang bantuan semua negara Asia dan Afrika untuk membantu Palestina. Kita sudah bicarakan dengan Afrika Selatan, India dan Brasil, negara-negara yang semakin besar pengaruhnya untuk identifikasi, mengupayakan kemerdekaan Palestina," kata dia.
Dalam kesempatan yang sama, Marty juga menegaskan soal hubungan dengan Taiwan di mana sejak awal Indonesia menganut Kebijakan Satu China (One China Policy). Meskipun begitu, kerjasama Indonesia-Taiwan tetap berjalan relatif baik, terutama di bidang perdagangan dan ekonomi.
"Hubungan Taiwan dengan China Tiongkok akhir-akhir ini semakin baik, ada perjanjian kerjasama ekonomi Juni 2010 lalu. Semakin baiknya hubungan keduanya membuat ruang kita semakin luas. Semua bisa diselaraskan," ujarnya.
Sumber : tempointeraktif
Selasa, 30 November 2010
Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa: Indonesia Tak Akan Membuka Hubungan Diplomatik Sebelum Israel Mematuhi Resolusi PBB
Label:
Diplomatik,
Indonesia,
Nasional
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Laman
Daftar
Archives
-
▼
2010
(67)
-
▼
November
(7)
- Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa: Indonesia Ta...
- Kisah Jonathan Pollak, Remaja Yahudi Penentang Pen...
- Blokade Israel Tewaskan Puluhan Warga Palestina
- Mengintip Skenario Israel di Pasar Asia
- Rezim Zionis Menolak Berpartisipasi dalam Konferen...
- Ya Ampun, Serdadu Israel Seret Bocah Palestina Hin...
- Politik Netanyahu Justru Satukan Bangsa Palestina?
-
▼
November
(7)
Diberdayakan oleh Blogger.
Konstributor
Entri Populer
-
Simbol yahudi di atap gedung Iran Air TEL AVIV- -Hasil citra satelit dari bandara Teheran yang berhasil diabadikan layanan Google Earth m...
-
Jakarta - Ketua 'Perayaan Hari Kemerdekaan Israel', Samuel Dahana mengaku sebagai Jemaat Gereja Kristen Jawa di Bandung. Ia khawati...
-
Damaskus - Israel merupakan satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir berdaya rusak tinggi, namun tidak pernah menda...
-
(Sahabatalaqsha.com ): Sejumlah orang Yahudi penduduk ‘Israel’ ternyata sudah belasan tahun memboikot produk-produk ‘dalam negeri’ merek...
-
Jember - Indonesia-Israel Public Affairs Committe (IIPAC) bergerak bawah tanah sejak berdirinya. Kelompok 'lobi pro-Israel' ini...
Followers
Tidak ada komentar:
Posting Komentar